Ajak Karaoke Teman Ceweknya di Mojokerto, Motornya Malah Dibawa Kabur Pria ini

  • Whatsapp
Tersangka saat diamankan di Polresta Mojokerto.

MOJOKERTO, TelisikPos.com – Ali Rochmanu (34) asal Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Menyusul, dirinya diringkus anggota Satreskrim Polresta Mojokerto, Kamis (17/10/19).

Pelaku ditangkap di rumahnya setelah nekat membawa kabur motor milik temanya, Lilik warga Kecamatan Sumobito, Jombang, pada 23 September 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Waroka mengatakan, modus tersangka yakni dengan cara mengajak korban karaoke. Kemudian, motor dibawa kabur, selanjutnya dijual dengan harga Rp 4 juta.

“Alasan pelaku karena terbelit uang motor milik saudaranya yang telah digadaikan. Sehingga dia nekat berbuat itu,” jelasnya.

Kejadian itu bermula hari Sabtu (21/10/19) sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku berencana menebus sepeda motor milik saudara tersangka, yang ada pada Isma, seorang pemandu lagu asal Lamongan, di Jogging track Kota Mojokerto.

Karena tak ada uang untuk menebus, lelaki penuh tato itu kemudian mengajak Lilik untuk karaoke di salah satu tempat hiburan malam di Kota Mojokerto.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka dijemput korban dari Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto. Dengan membonceng korban, keduanya pun menuju tempat karaoke. Setibanya di lokasi kejadian, korban disuruh memesan room.

Keduanya pun bergiliran bernyanyi di sebuah room tempat hiburan tersebut. Hingga pukul 15.30 WIB, pelaku lantas menghubungi Isma. Setelah itu, pelaku berpamitan kepada korban dengan alasan membeli minuman. “Pada saat itulah, pelaku membawa kabur motor korban,” ucapnya.

Sadar motornya dibawa kabur, korban lantas mengecek keberadaan pelaku di rumahnya. Namun usahanya gagal, karena pelaku tidak ada.

“Usai berhasil membawa kabur, pelaku dan Isma ini sempat kesulitan menjual motor. Hingga akhirnya, pelaku membuat akun Facebook baru untuk menjualnya lewat Medsos,” tambahnya.

Selang beberapa waktu, motor milik korban akhirnya terjual dengan harga Rp 4 juta. Uang hasil penjualan, kemudian dibagi dua oleh pelaku dan Isma. “Pelaku Rp 2,5 juta, selebihnya diberikan kepada Isma,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 10 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal di atas tiga tahun penjara.

“Untuk barang bukti, kita amankan satu unit motor Honda Beat tahun 2019 warna hitam, Nopol S 4638 WA, atas nama korban,” pungkasnya. (fan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *