Ancam Bunuh Istri dan Keluarganya, Suami di Mojokerto Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Pelaku beserta barang bukti, saat diamankan di Polsek Ngoro, Mojokerto.

MOJOKERTO, TelisikPos.com – Permadi alias Adi (24) warga Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, harus berurusan dengan pihak Polsek Ngoro.

Dia diringkus, setelah petugas mendapat laporan jika dirinya mengamuk dan mengancam akan membunuh istrinya sendiri dengan sebilah pisau, Minggu (3/11/2019) lalu, sekitar pukul 15.30 WIB.

Kompol Gatot Wiyono, Kapolsek Ngoro mengatakan, ancaman pembunuhan terhadap Iffa Munadifa, istri Permadi sendiri, dipicu kerenggangan hubungan rumah tangga pasutri ini.

Sore itu, pelaku tiba-tiba mendatangi rumah istrinya. Ia menanyakan jawaban tentang hubungan rumah tangganya, lantaran istrinya ingin bercerai.

“Dengan membawa dua bilah pisau dapur, pelaku langsung masuk ke rumah korban dengan mengeluarkan kata-kata ancaman pembunuhan dengan nada tinggi,” terangnya.

Istrinya, lanjut Kapolsek, diancam akan dibunuh bersama keluarganya. Takut dengan ancaman itu, korban langsung berteriak minta tolong.

Teriakan Iffa, mengundang warga sekitar datang ke sumber suara. Termasuk orang tua Iffa dan Kepala Desa setempat. Sejurus kemudian, warga berusaha merebut pisau dari tangan pelaku.

Setelah pisau berhasil direbut, Kades setempat langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi. Tak lama kemudian, petugas yang datang ke lokasi, segera mengamankan pelaku. Berikut barang bukti dua bilah pisau dapur berukuran kurang lebih 33 cm dan 31 cm, yang digunakan pelaku mengancam istrinya.

“Untuk motif sementara masih kita dalami. Dari keterangan yang kita dapat, pelaku ini kesal karena istrinya minta cerai. Dia ke rumah istrinya mempertanyakan hal itu, namun dengan cara mengancam membunuh istri dan keluarganya,” tandasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku akhirnya ditahan di Mapolsek Ngoro untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951, terkait tanpa hak atau dengan tidak memiliki surat ijin yang sah, telah membawa, menguasai, memiliki senjata penikam atau senjata penusuk,” pungkasnya. (sum/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *