Bapak Dua Anak di Ngawi, Setubuhi Gadis di Bawah Umur Hingga 12 Kali

  • Whatsapp
Ilustrasi.

NGAWI, TelisikPos.com – Diduga menyetubuhi gadis dibawah umur, lalu menyebarkan aksi bejatnya itu, Peno Adi Saputro alias Arnando Ardiansyah (40), warga Desa Legowetan, Kecamatan Bringin, Ngawi, diringkus Satreskrim Polres setempat.

“Tersangka diduga melakukan perbuatan asusila dengan pacarnya, L (15) warga Bringin yang masih bersekolah SMP,” ujar AKP Khoirul Hidayat, Kasat Reskrim Polres Ngawi, Senin (2/12/2019).

Kasus ini bermula, Peno alias Arnando dikenalkan L oleh teman gadis remaja tersebut. Selanjutnya, komunikasi antara tersangka dengan siswi kelas 9 SMP tersebut berlanjut intensif di media sosial.

Tak hanya percakapan biasa, tersangka juga intens melancarkan bujuk rayu, dan L diiming-iming diberi sebuah ponsel.

Terperdaya bujuk rayu tersangka, keduanya akhirnya berkencan hingga tersangka berhasil menyetubuhi korban.

Saat beberapa kali berkencan, tersangka merekamnya semua adegan persetubuhan tersebut.

Video tersebut, kemudian digunakan tersangka untuk mengancam korban agar mau melayaninya hingga berulang kali di hutan dan hotel.

“Korban pernah menolaknya. Penolakan tersebut membuat pelaku marah dan menyebarkan video asusilanya ke teman korban,” kata Khoirul Hidayat.

Tak terima atas perlakukan tersangka, orang tua korban kemudian melaporkan tersangka ke Polres Ngawi.

Polisi yang mendapat laporan kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap tersangka.

Dikatakan Kasat, berdasarkan pengakuan tersangka, kegiatan asusila tersebut direkam dan disebarluaskan oleh tersangka untuk mengancam korban demi kepentingan pribadi pelaku. Bahkan, tersangka telah menyetubuhi korban sebanyak 12 kali.

Kini, ayah dua anak tersebut diamankan di Mapolres Ngawi guna mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatannya, tersangka Peno dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 atau Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (jan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *