Beraksi Lima Kali di TKP Berbeda, Bandit Curanmor asal Blitar Didor Polisi

  • Whatsapp
Tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Wonokromo, Surabaya.

SURABAYA, TelisikPos.com – M Cholil (42), asal Kalidau, Lodoyo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, harus merasakan sakit pada betisnya. Sebab, dia dihadiahi timah panas lantaran berusaha kabur saat diringkus polisi.

“Palaku sudah lima kali mencuri motor,” kata AKP Christoper Adhikara Lebang, Kapolsek Wonokromo, didampingi Ipda Arie Pranoto Kanit Reskrim, saat pers rilis di Mapolsek Wonokromo.

Bacaan Lainnya

Christoper menjelaskan, pelaku diringkus setelah Ari Atianto, warga Jalan Karangrejo VI, melaporkan sepeda motor miliknya dicuri maling, pada 28 November 2019 lalu.

Saat itu, sepeda motor korban diparkir di teras rumah. Dalam aksinya, pelaku merusak kunci setir menggunakan kunci T. Setelah sukses mencuri motor tersebut, pelaku langsung menjual ke seseorang di Jalan Jagir.

Korban mengetahui motornya raib pada esok harinya. Segera saja, dia melapor ke Polsek Wonokromo. Korban juga membawa rekaman CCTV berisi aksi pelaku.

Berbekal rekaman video itu polisi bergerak cepat. Dan pada Jumat 20 Desember 2019, polisi mendapatkan informasi jika pelaku berada di kawasan Stasiun Wonokromo.

Polisi pun kemudian meringkus pelaku. Dia tak bisa mengelak saat polisi menunjukkan aksinya yang terekam kamera pengintai. Namun, saat dilakukan pengembangan, pelaku justru hendak kabur. “Akhirnya, kami tembak betisnya,” sebut Ipda Arie.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah beraksi lima kali di TKP berbeda. Di antaranya, Jalan Karangrejo VI, Jalan Karangrejo II, dan Jalan Karangrejo Timur II, Surabaya.

Sementara itu, tersangka M Cholil mengaku setelah mendapat motor lalu menyerahkan ke Sipeng (DPO) di dam Jalan Jagir. Dia menjual motor hasil curian dengan harga murah. “Saya dapat Rp 500 ribu. Saya main sendiri,” ungkap Cholil.

Pria bertato ini juga mengaku, motor curian itu kemudian dilempar ke Madura oleh rekannya. Kepada wartawan, bapak lima anak ini mengaku mengincar motor apa saja yang bisa dicuri. “Saya butuh uang untuk makan. Anak lima,” kaanya.

Selain tersangka, polisi menyita barang bukti berupa CCTV dan sebuah kunci T. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat). (ras/fan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *