Berganti Tahun, Proyek Puskemas Peterongan Rp 4,8 Miliar Masih Belum Rampung

  • Whatsapp
Kondisi depan puskesmas Peterongan, Jombang

JOMBANG, TelisikPos.com – Proyek rehabilitas berat Puskesmas Peterongan, yang berlokasi di Jalan Brawijaya, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, hingga Rabu (1/1/2020) sore, ternyata masih belum rampung dikerjakan.

Kondisi ini, mendapat perhatian warga sekitar. Seperti diungkapkan Hari, hingga awal tanggal Januari 2020, proyek pembangunan Puskesmas Peterongan masih belum selesai dikerjakan oleh pelaksana proyek yakni PT Dwi Mulya Jawa, Kota Mojokerto.

Bacaan Lainnya

Meski begitu, dirinya mengaku tidak tahu apakah proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 4,8 Miliar itu, sudah diputus kontrak atau tidak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang. Mengingat, tahun anggaran 2019 sudah selesai.

“Saya nggak tahu apakah proyek ini diputus kontraknya atau tidak. Kan di papan nama masa akhir pekerjaan pada tanggal 18 Nopember 2019 lalu. Saya juga nggak tahu mau tanya ke siapa,” tuturnya, Rabu (1/1/2020).

Dia menyebut, tidak rampungnya pekerjaan rehab berat Puskesmas Peterongan, bisa dilihat dari terpasangnya seng mengelilingi puskesmas. Tanah urug yang bakal menjadi halaman depan puskesmas, belum rata.

Juga jembatan yang belum diperbarui karena jembatan lama sudah hampir ambruk. Sementara di bagian baratnya, terpasang U Ditch beton pada sebagian saluran irigasi.

Masih di bagian depan, terdapat lorong yang ditutup seng. Hari menunjukkan, di lorong itu atau di bawah gedung puskesmas kemungkinan akan digunakan sebagai lahan parkir. Kondisinya juga masih belum finishing. Sementara di sebelahnya, terdapat pasangan batu sungai yang juga belum difinishing.

“Kalau di bagian belakang gedung, dindingnya masih terlihat pasangan bata saja, belum diplaster. Juga di dalam gedung lantai dua juga belum dipasang plafon. Itu terlihat dari lubang yang bakal menjadi jendela,” katanya sambil menunjukkan kondisi tersebut di lokasi.

Dia kembali menandaskan, jika dirinya belum tahu apakah proyek tersebut sudah diputus kontrak atau belum. Menurutnya, jika dikatakan masih dikerjakan melewati batas akhir yakni 18 Nopember 2019, masih ada perpanjangan dengan konsekwensi denda.

“Tapi kalau sudah ganti tahun, kan sudah tidak bisa dikerjakan. Makanya saya belum tahu apakah ini sudah diputus kontra atau belum,” ungkapnya.

Sementara pada papan proyek yang dipasang dibalik seng, proyek tersebut dimulai dari 22 Mei 2019 dari sumber DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) 2019, dengan masa pekerjaan selama 180 hari kalender. Proyek senilai Rp 4.853.414.844,48 ini dikerjakan PT Dwi Mulya Jaya Kota Mojokerto dan konsultan pengawasnya CV Setro Banyu Engineering.

Sayangnya, Kepala Dinkes Jombang atau pejabat pembuat komitmen (PPK), masih belum dikonfirmasi. Mengingat, masih tanggal merah alias libur tahun baru 2020. Wartawan media ini, masih berusaha mengkonfirmasi terkait hal ini. (rud/fan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *