Buka Pertama Pasca Ditutup 3 Hari, Pasar Peterongan Jombang Sepi Pengunjung

  • Whatsapp
Pasar Peterongan, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Rupanya, rekom Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, soal perpanjangan masa penutupan Pasar Peterongan, tidak terealisasi. Pada Minggu (7/6/2020), pasar berlokasi di utara jalan nasional Jombang – Mojokerto ini, kembali dibuka. Setelah Pemkab Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menutupnya selama 3 hari.

Pantauan di lokasi, hari pertama dibukanya Pasar Peterongan pasca penutupan 3 hari lantaran adanya sejumlah pedagang terkonfirmasi positif Corona, tampak masih sepi pembeli. Selain itu, pedagang yang membuka lapaknya hari itu, mengikuti sistem ganjil genap sesuai keputusan Pemkab.

Salah satu pedagang setempat, Hadi membenarkan, adanya sistem ganjil genap diterapkan Pemkab pada Pasar Peterongan. Ia membuka dagangan bumbunya lantaran mendapat giliran berdagang di hari pertama buka. Hanya saja, menurut Hadi, kondisi pasar sedang sepi pembeli.

“Kebetulan kami dapat giliran pertama ganjil. Namun kondisinya tidak ada pembeli. Ini tadi jam sepuluh sudah pulang,” katanya, Minggu ( 7/6/2020).

Soal rekom IDI Jombang, ia mengaku tidak tahu. Menurutnya, pedagang memulai aktivitasnya berdasarkan kesepakatan awal. “Kami membuka dagangan, sesuai keputusan tutup selama 3 hari. Meskipun ada sistem ganjil genap. Kami nggak tahu soal rencana penutupan pasar ini diperpanjang,” ujar Hadi.

NH, seorang pedagang di deretan Ruko pasar setempat juga mengaku tak mendengar dan tidak mengetahui surat rekomendasi IDI Jombang. Ia membuka tokonya, karena keputusan Pemkab menutup 3 hari sudah selesai, dan ia mendapat giliran buka.

Diakuinya, kondisi pasar sedang sepi pembeli. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, apakah karena hari pertama buka, atau karena informasi adanya pedagang terkonfirmasi Corona ini meluas, sehingga masyarakat takut berbelanja ke Pasar Peterongan.

“Kami nggak tahu soal rencana penutupan pasar diperpanjang. Kalau dari Dinas, hanya meminta semua pedagang harus bermasker dan menyiapkan sarana cuci tangan,” tuturnya.

Dia juga mengatakan soal pedagang yang terkonfirmasi Covid-19. Menurutnya, pedagang yang positif Corona bukan ditularkan dari sesama pedagang. Namun, dari luar. “Seperti salah satu.pegadang yang tertular suaminya, karena kerjanya mengirim barang ke Surabaya,” ujarnya.

Pembukaan pasar Peterongan pada Minggu (7/6/2020), dibenarkan Kepala Disdagin Jombang, Bambang Nurwijanto. Pihaknya juga mengaku selama penutupan 3 hari itu, sudah melakukan sterilisasi selama 3 hari. Dia juga mengamini adanya rencana perpanjangan penutupan selama 14 hari.

Dia juga menginstruksikan pada pedagang agar patuh pada protokol pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah. “Agar selalu jaga jarak, memakai masker, cuci tangan, Ini juga berlaku pada pengunjung atau pembeli,” katanya melalui WhatsApp. (sl/an)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *