Bupati Jombang Luncurkan Kesepakatan Larang Takbir Keliling, Salat Id 1441 H di Rumah

  • Whatsapp
Surat kesepakatan bersama Bupati Jombang dengan Forkopimda, MUI, Kemenag, dan sejumlah organisasi keagamaan di Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Perayaan lebaran tahun 1441 Hijriyah dipastikan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Menyusul, adanya surat Kesepakatan Bersama yang melarang aktivitas takbir keliling, pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah, dan Halal bi Halal lewat video call atau conference.

Dalam surat kesepakatan bersama tersebut disebutkan, terdapat 5 poin aturan jelang Idul Fitri di masa pandemic Covid-19. Kelima poin tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Bupati Jombang bersama Forkopimda, Majelis Ulama Indonesia (MUI), PC Nahdlatul Ulama, PD Muhammadiyah, dan DPD LDII Jombang.

Bacaan Lainnya

Kelima poin yang dimaksud yakni, melarang takbir keliling baik menggunakan kendaraan, jalan kaki. Takbir hanya dilakukan di masjid atau musala menggunakan pengeras suara dengan jumlah massa terbatas.

Selanjutnya, pelaksanaan salat id dilakukan di rumah bersama keluarga dengan tetap patuh pada protokol kesehatan, tidak mengadakan anjasana atau silaturrahmi dari rumah ke rumah, kantor ke kantor, atau tempat lainnya. HBH ini diubah menggunakan media sosial atau video call/conference atau media lainnya.

Kemudian, menutup tempat hiburan dan rekreasi, serta memerintahkan Gugus Tugas Covid-19 di tingkat desa agar melarang dan mengawasi tamu yang masuk ke desanya dalam rangka anjangsana, utamanya mendatangkan kerumunan massa.

Dalam surat ini, terdapat bubuhan 12 tanda tangan di antaranya Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, Ketua DPRD Mas’ud Zuremi, Kapolres AKBP Boby Pa’ludin Tambunan, Komandan Kodim 018 Letkol Inf Triyono, Kajari Yulius Sigit, Kepala KanKemenag H Taufiq.

Juga Ketua MUI KH Cholil Dahlan, Ketua PCNU KH Salmanudin Yazid, Ketua PD Muhammadiyah Abdul Malik, Ketua Takmir Masjid Agung Harly Yusuf Wibisono, dan Ketua DPD LDII Didik Tondo Susilo.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, A Jazuli membenarkan surat kesepakatan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Bupati bersama Forkopimda, MUI dan Organisasi Keagamaan di Jombang, pada Senin 18 Mei 2020.

“Rapat pembahasan terkait perayaan Idul Fitri tahun ini di masa pandemi Covid-19. Ini untuk memutus rantai penyebaran virus Corona,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *