Curi Dongkrak di Gresik, Pelaku: “Uangnya Dipakai Nyawer di Warung Ayu”

  • Whatsapp
Tersangka dan barang bukti dongkrak yang dicurinya, diamankan di Polsek Duduksampeyan, Gresik.

GRESIK, TelisikPos.com – Petualangan Joko Santoso (43) mencuri dongkrak truk antar provinsi, berakhir di Polsek Gresik, Jawa Timur. Ini setelah dirinya diringkus di sebuah bengkel tambal ban di Jalan Raya Desa Setrohadi, Duduksampeyan, Gresik.

Sayangnya, hanya warga Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ini yang tertangkap. Sementara rekannya berinisial RN, kini menjadi buronan polisi. Saat beraksi, menyamar sebagai sopir dan kernet truk trailer.

Dari pengakuannya, pelaku tidak bekerja sendiri. Melainkan bersama rekannya yang bekerja sebagai kernet. Saat menjalankan aksinya, keduanya berbagi peran. Joko Santoso mengawasi situasi sekitar. Sedangkan RN sebagai pencongkel pintu.

Saat kejadian, bengkel di Jalan Raya Setrohadi itu sedang kosong. Pemiliknya, yakni Taufikur Rohman (42), warga Desa Setrohadi, Duduksampeyan, Gresik, sedang menunaikan Salat Jumat.

Dengan menggunakan potongan besi sepanjang 15 sentimeter, tidak sulit bagi RN merusak engsel gembok tempat tambal ban tersebut. Laku, dongkrak hidrolik pengangkat beban 50 ton warna merah dan pendongkrak 30 ton warna hijau, digondolnya.

Korban saat itu mendapat firasat tidak enak, hingga ia bergegas kembali ke tempatnya mengais rezeki. Benar saja, pintu triplek bilik tambal bannya telah jebol, dua dongkrak miliknya amblas.

Kaget dengan kondisi bengkelnya. Curiga dengan truk trailer yang barusan keluar dari bengkelnya, korban langsung berteriak minta tolong seraya berusaha mengejarnya.

Teriakannya di siang bolong itu, terdengar anggota Polsek Duduk Sampeyan yang sat itu sedang berpatroli, tak jauh dari lokasi kejadian. Sejurus kemudian, polisi berpakaian preman itu pun mengejar truk yang melaju ke arah barat.

Truk tersebut berhasil dihentikan di Jalan Raya Desa Tumapel, Duduksampeyan. Polisi pun menggeledah truk dan ditemukan dongkrak warna merah dan hijau milik korban berada di dalam truk.

Joko Santoso akhirnya diamankan. Sayangnya, RN kernet berhasil menghilangkan jejak. Polisi kemudian menggelandang Joko Santoso ke Mapolsek Duduk Sampeyan.

Diperoleh informasi, sopir dan kernet itu merupakan komplotan spesialis pencuri dongkrak antar provinsi. Selain di Gresik, mereka juga beraksi di daerah Jawa Tengah.

Pelaku menyebut dongkrak hasil curiannya akan dijual, dan uangnya dipakai nyawer di warung ayu (warung yang penjaganya perempuan cantik) di sepanjang jalur tujuan bongkar muatan.

“Dua dongkrak hidrolik itu masih laku dijual Rp 2,5 juta pak, biasanya uangnya saya habiskan foya-foya di warung ayu di Jawa Tengah,” ujar Joko Santoso, Sabtu (22/5/2021).

Sementara Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Duduk Sampeyan AKP Bambang Angkasa menuturkan, komplotan tersebut sudah berpetualang di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Spesial pencuri dongkrak truk itu kini meringkuk di balik jeruji besi. Sedangkan rekannya, masih dalam perburuan,” katanya.

Sementara dongkrak kapasitas 50 ton, dan 30 ton beserta potongan besi 15 snetimeter dan sebuah gembok, disita polisi menjadi barang bukti melengkapi berkas pemeriksaan.

“Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Ancam hukuman paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *