Curi Laptop dan Kamera, Mahasiswa asal Pamekasan Ditangkap di Rumah Pacarnya

  • Whatsapp
Tersangka dan barang bukti saat diamankan di Polsek Sooko, Mojokerto.

MOJOKERTO, TelisikPos.com – Muhammad Safri Haibah (21) seorang mahasiswa asal Dusun Sumberanyar, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, harus merasakan pengapnya sel tahanan Polsek Sooko, Mojokerto.

Bukan tanpa sebab, dia ditangkap Unit Reskrim Polsek setempat, lantaran terbukti mencuri laptop dan kamera digital single lens reflex (DSLR) di sebuah kos-kosan yang berada di Dusun Kedungbendo, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kanit Reskrim Polsek Sooko, Ipda Wahib mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban bernama Andika Rahmat (19) warga Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, Kabupaten Situbondo.

“Tersangka berhasil kita tangkap saat berada di rumah pacarnya di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. Saat kita amankan, tersangka sempat mengelak,” kata Ipda Wahib, Sabtu (21/12/2019).

Dari pemeriksaan polisi, tersangka nekat mencuri barang digital itu pada Kamis (12/12/19) dinihari lalu, sekitar pukul 01.30 WIB. Dalam aksinya, tersangka bersama tiga temanya yang saat itu berkunjung ke tempat kos korban.

Modusnya, salah satu pelaku mencoba mengalihkan perhatian korban dengan cara mengajaknya keluar. Kondisi sepi itulah, para pelaku mengambil laptop dan kamera mahal milik korban yang diletakkan di lemari.

Sekilar pukul 03.00 WIB, korban kemudian kembali ke kosnya bersama salah satu pelaku. Mereka kemudian bergegas berpamitan.

Awalnya, terang Wahib, korban tidak curiga dengan yang dilakukan para temannya. Begitu pukul 08.30 WIB, saat korban membuka lemarinya, barulah dia mengetahui jika laptop dan kameranya sudah raib. “Korban kemudian melapor ke Mapolsek Sooko,” ungkapnya.

Berdasarkan ciri-ciri yang sudah dikantongi petugas, tersangka Muhammad Safri Haibah akhirnya diringkus petugas pada Minggu (15/12/2019). “Untuk tiga rekannya, masih dalam pengejaran. Kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang),” sambung Ipda Wahib.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti laptop dan kamera DSLR guna proses pemeriksaan lebih lanjut. “Korban menelan kerugian sekitar Rp 15 juta,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencarian dengan pemberatan (Curat), dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *