Demi Sabu-sabu, Dua Lelaki di Surabaya Satroni 4 Rumah Bermodus Jualan Sayur

  • Whatsapp
Demi menikmati sabu-sabu, dua tukang sayur ini nekat membobol rumah orang lain. Keduanya saat diamankan di Mapolsek Wonokromo, Surabaya.

SURABAYA, TelisikPos.com – Aksi dua lelaki ini terbilang keterlaluan. Akibat kecanduan narkoba jenis sabu-sabu, keduanya nekat membobol rumah kosong milik orang lain. Bahkan, mereka melancarkan aksinya, saat berdagang sayuran keliling.

Keduanya yakni Agus Julianto (43), warga Jalan Pandegiling dan Doni Irawan (33), warga Jalan Simo Tambaan, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Aksi dua lelaki ini pun terhenti, setelah mereka berhail diringkus Unit Reskrim Polsek Wonokromo, Surabaya.

Kapolsek Wonokromo, AKP Christoper Adikara Lebang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku sudah membobol empat rumah kosong, dalam kurun waktu tiga bulan.

Rumah yang mereka satroni yaitu di Jalan Kembangsren Gang II, Jalan Kedurus Gang II, Jalan Dukuh Pakis 6A dan sebuah rumah di Kampung Malang Utara.

“Saat berjualan sayur keliling itulah, kedua pelaku ini memetakan sasarannya. Mereka menyiapkan betul aksinya, karena di gerobak sayur, sudah disiapkan sejumlah alat seperti linggis, obeng dan kunci duplikat,” terang Christoper.

Sebelum melancarkan aksinya, lanjut Kapolsek, kedua tersangka terlebih dahulu memastikan kondisi sekitar rumah yang sudah menjadi incarannya. Setelah aman, keduanya langsung beraksi dengan tugas masing-masing.

“Pelaku Agus bertugas mencari sasaran dan memastikan wilayah sasaran. Caranya, dia berjualan sayur di sekitar sasaran dalam beberapa hari, untuk memantau kebiasaan calon korban,” bebernya.

Setelah dipastikan rumah tersebut aman untuk disatroni, pelaku Agus menghubungi Doni yang saat itu berada di lokasi lain. Setelah itu, Agus berpura-pura mengantar pesanan ke rumah tersebut, sementara Doni menunggu di gerobaknya, sambil memantau situasi.

Setelah dipastikan tidak ada jawaban tuan rumah yang diincarnya, Agus masuk ke dalam rumah tersebut dan menggondol semua perabotan elektronik di rumah itu. Setelah berhasil, barang-barang hasil curian itu, mereka jual dan hasilnya untuk membeli sabu-sabu.

“Mereka kemudian mengatur jadwal menggelar pesta sabu yang dibeli dari hasil menjual barang yang mereka curi tersebut,” tambah Christoper. (jan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *