Ditinggal Bapak Ibunya, Remaja di Kota Probolinggo Jadi Orang Tua Bagi 3 Adiknya

  • Whatsapp
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat mengunjungi rumah Masira, nenek Alfin di jalan Sunan Bonang, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Kamis (17/8/2021)

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Alfin Dafa Firmansyah (17) tak menyangka, kalau akan menjadi orang tua bagi tiga adiknya. Mengingat, remaja yang masih duduk di kelas 11 SMKN 2 Kota Probolinggo tersebut, ditinggal kedua orang tuanya untuk selamanya.

Kini, Alfian bersama adiknya yang masing-masing bernama Afnitia (13) Hari Admira (5) dan Aimar (3), tinggal di rumah neneknya. Mereka meninggalkan rumah orang tuanya di Jalan Mastrip Gang 1 Kelurahan yang sama, setelah 7 hari meninggalnya Nur Agustin (39) ibu kandungnya.

Dimungkinkan, Alfin bersama tiga adiknya tetap tinggal di rumah Masria (66) neneknya, di jalan Sunan Bonang, RT 6 RW 14, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sedang rumah orang tuanya sendiri ditinggal kosong dan rencananya akan dikontrakkan. Uangnya bisa digunakan untuk tambah-tambah biaya hidup.

Mengingat, nenek Masria penghasilannya tidak tetap dan pas-pasan. Istri dari Sahar yang meninggal tahun 2002 ini, berjualan pakaian bekas (rombengan) di Pasar Babian atau Pasar Mangunharjo.

“Daripada rumah cucu saya tidak ditempati, mending dikontrakkan. Buat tambah-tambah. Kan penghasilan saya kecil dan tidak tetap,” katanya, Kamis (12/8/2021) siang.

Marsia mengaku, sudah lebih dari 30 tahun jual pakaian bekas dan hingga kini belum pensiun. Sebab, jika ditutup, Marsia tidak memiliki penghasilan. Apalagi ia hidup sendirian sejak ditinggal mati suaminya. Tiga anak yang dilahirkan, kini tinggal satu dan tinggal di Bogor, Jawa Barat. “Dua anak saya meninggal,” tandasnya.

Anak sulung atau urutan pertama, meninggal beberapa bulan setelah dilahirkan. Sedang anak urutan kedua yakni Muhammad Holili, orang tua dari Alfin meninggal 5 bulan yang lalu. Beberapa bulan kemudian, Nur Agustin ibu dari Alfin menyusul.

“Anak saya yang ketiga tinggal di Bogor. Jadi saya sendirian di sini,” ujarnya.

Dijelaskan, dari empat cucunya yang terlahir dari pasangan suami istri Muhammad Holili dan Nur Agustin, yang tinggal dengan dirinya sebanyak tiga cucu. Karena Afnitia, cucu yang nomor 2, tiga hari lalu berangkat ke pondoknya di Bogor.

“Jadi cucu satunya tinggal dengan anak bungsu saya yang tnggal di Bogor. Yang tinggal bersama saya tiga cucu,” jelasnya.

Sementara itu, Alfin mengatakan, bapaknya meninggal dunia 5 bulan lalu akibat sakit Auto Imun. Beberapa bulan kemudian, tepatnya dua minggu lalu, ibunya menyusul setelah sempat keguguran.

“Karena kedua orang tua sudah tidak ada, kami bertiga tinggal di rumah nenek. Adik saya yang nomor dua ikut Bude (bibi) mondok di Bogor,” katanya.

Meski sudah tidak memiliki orang tua, Alfin tetap akan melanjutkan sekolah hingga lulus dari SMKN 2. Soal biaya sekolah dan biaya hidup, ia berencana mengontrakkan rumah yang sebelumnya ditempati bersama orang tuanya.

“Tetap sekolah sampai lulus. Rumah, mau saya kontrakkan. Ketimbang tidak ditempati, bisa rusak,” ujarnya.

Empat bersaudara yang ditinggal kedua orang tuanya itu, dikunjungi Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin. Kepada rumah tangga yang kini masih berduka tersebut, Hadi sempat memberikan bantuan beras dan sembako.

“Kami perhatikan kebutuhannya. Terutama pendidikan dan kesehatannya,” ujar Habib Hadi.

Dikatakan, orang tua Alfin meninggal karena terpapar Covid-19 dan meninggalkan anak yang masih usia sekolah, bahkan ada yang belum masuk PAUD dan TK. Karenanya, ia tetap memperhatikan dan memfasilitasi kebutuhan Alfin bersama 2 adiknya.

“Kami tugaskan Camat dan Lurah, ketua RT dan RW untuk memantau kebutuhannya. Warga yang bernasib seperti ini perlu perhatian pemerintah,” pungkasnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *