Dua Pemuda di Jombang Diciduk, Ratusan Butir Pil Dobel L Disita Polisi Mojowarno

  • Whatsapp
Tersangka dan barang bukti, diamankan di Polsek Mojowarno, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Dua pemuda diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Mojowarno, Jombang, lantaran nekat mengedar narkoba jenis pil dobel L. Keduanya diringkus di lokasi dan waktu yang berbeda.

Dua pemuda itu, yakni Faisol Aridho (22) warga Dusun/Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, dan Mochamad Efendi (21) warga Dusun Ingas Pendowo, Desa/Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Mojowarno, AKP Yogas mengatakan, penangkan pemuda tersebut, bermula dari diamankannya pria yang akrab dipanggil “Gus Dur” di Desa Wringinpitu, pada Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Dia kedapatan membawa 3 plastik klip bening, masing-masing berisi 10 butir pil dobel L.

“Petugas lalu mengintrogasinya, saksi Gus Dur mengaku jika barang terlarang tersebut dia dapat dari Faisol Aridho,” kata Kapolsek, Rabu (20/11/2019).

Pengakuan itu, hari itu juga, polisi langsung melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil meringkus tersangka Faisol di rumah mertuanya, di Dusun Jetis, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari tangan Faisol, polisi mengamankan barang bukti berupa 180 butir pil dobel L. Terdiri dari 3 plastik klip berisi masing-masing 50 butir dan 1 plastik klip berisi 30 butir. Serta uang tunai Rp 250 ribu.

Tak berhenti di situ, polisi terus melakukan pengembangan. Hasilnya, muncul satu nama lagi yakni Mochamad Efendi.

Tanpa membuang waktu lama, polisi segera menuju rumah di Dusun Ingas Pendowo, lalu berhasil meringkus tersangka Efendi, pada Rabu (20/11/2019) dini hari, sektiar pukul 01.30 WIB.
.
“Dari tersangka Efendi, petugas berhasil mengamankan barang bukti sejumlah 31 plastik klip masing masing berisi 10 butir pil dobel L, atau total 310 butir. Serta uang tunai Rp 100 ribu diduga hasil penjualan pil dobel L,” rinci Yogas.

Atas perbuatannya, kedua tersangka harus merasakan pengapnya sel tahanan Polsek Mojowarno, guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka terancam dijerat Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kita masih terus melakukan pengembangan terkait kasus peredaran narkoba di wilayah hukum kami,” pungkas AKP Yogas. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *