Dua Pemuda Ngoro Jombang Dijebloskan Sel Tahanan Sebab Pil Dobel L

  • Whatsapp
Kedua tersangka dan barang bukti, saat diamankan di Polsek Ngoro, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Dua pemuda asal Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diringkus Unit Reskrim Polsek Ngoro, Rabu (29/1/2020), lantaran nekat mengedar narkoba jenis pil dobel L.

Keduanya ditangkap polisi di hari yang sama namun waktu dan tempat berbeda. Mereka yakni Muh Sufiyan (22) dan Novi Dwi (24), keduanya warga Dusun/Desa Badang, Kecamatan Ngoro.

Kapolsek Ngoro, AKP Lely Bahtiar mengatakan, dua pemuda tersebut diringkus berawal dari patroli polisi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas mendapati sejumlah pemuda sedang nongkrong di pinggir jembatan Dusun Genjong kidul, Desa Sidowarek, Ngoro.

Petugas yang curiga, langsung melakukan pengecekan dan penggeledahan. Hasilnya, polisi mendapatkan barang bukti 6 kit pil dobel L, 1 kit berisi 10 butir pil dobel L. Kepada polisi, mereka mengaku baru saja membelinya dari Muh Sufiyan. Polisi pun melakukan pengejaran dan berhasil meringkus tersangka Muh Sufiyan.

Dari tangan Muh Sufiyan, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 kit pil doble L, 1 kit berisi 10 pil doble L, 1 pak plastik klip warna putih merk C Tik, 5 lembar kertas grenjeng rokok warna kuning emas, dan uang Rp 125 ribu diduga hasil penjualan pil doble L.

“Barang bukti tersebut kita amankan dan tersangka Muh Sufiyan kita bawa ke kantor Polsek Ngoro untuk pemeriksaan,” kata Lely Bahtiar, Kamis (30/1/2020).

Polisi pun melakukan pengembangan. Alhasil, tersangka Muh Sufiyan mengaku jika barang terlarang tersebut dia dapatkan dari Novi Dwi untuk diedarkan.

Mendapat pengakuan tersebut, polisi segera melakukan perburuan hari itu juga. Dan sekitar pukul 10.00 WIB, polisi menggerebek rumah di Dusun Badang dan menangkap tersangka Novi Dwi.

Dar tangan tersangka Novi Dwi, polisi menyita 8 kit pil dobel L, 1 kit berisi 10 butir pil dobel L, dan 1 pak plastik klip warna putih merek C Tik. “Dan tersangka mengakui perbuatannya,” sambungnya.

Kini, keduanya meringkuk di sel tahanan Polsek Ngoro, Jombang, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus pengembangan polisi untuk mencari pemasok dan jaringan yang berkaitan dengan keduanya.

“Kedua tersangka, terancam dikenakan Pasal 196 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkas AKP Lely Bahtiar. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *