Duda 60 Tahun di Nganjuk Tega Setubuhi Anak Kandungnya Hingga Hamil

  • Whatsapp
tersangka kasus pencabulan di nganjuk
Tersangka JT, saat diamankan di Polres Nganjuk, Jawa Timur,

NGANJUK, TelisikPos.com – Di usia 60 tahun bukannya memperbanyak ibadah, JT, warga di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, malah tega berbuat tak senonoh kepada putri kandungnya sendiri.

Lelaki tua itu tega menjadikan putrinya sebagai pelampiasan nafsunya, hingga gadis 17 tahun itu kini hamil dengan usia kandungan 7 bulan.

Berdasarkan keterangan kepolisian, JT nekat menindih putrinya yang masih pelajar itu, karena kesepian sejak dirinya ditinggal istrinya menjadi TKW hingga bahtera rumah tangganya berantakan alias bercerai.

JT mempunyai empat anak dari hasil pernikahannya dengan istrinya. Dari empat anaknya tersebut, tersangka JT tinggal bersama dua anak kandungnya.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto mengatakan, terbongkarnya perbuatan JT berawal saat korban mendadak sakit pada awal Februari 2021 lalu. Kabar sakitnya anak kandung JT itu sampai terdengar SR (31), kakaknya.

“Saat itu, kepada SR, korban mengeluh sakit lambung dan terlambat menstruasi,” ujar Supriyanto, Kamis (29/7/2021).

SR pun memberitahu bibinya perihal sakit yang diderita adiknya. Sang bibi berinisiatif untuk membelikan alat tes kehamilan. Setelah dites, diketahui jika korban hamil.

“Awalnya korban tidak mengaku siapa yang tega berbuat demikian hingga dia hamil. Kemudian beberapa hari lalu, korban mengaku jika ayahnya sendiri yang menghamilinya,” terang Supriyanto.

Sontak, SR dan bibinya terkejut pengakuan adiknya. Setelah berunding dengan keluarga, akhirnya permasalahan itu dilaporkan ke Polsek Sukomoro.

“Oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sukomoro, kasus itu pun dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk,” sambungnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia mengatakan, terlapor langsung diamankan ke Polres Nganjuk, setelah pihaknya menerima pelimpahan kasus asusila tersebut.

“Tersangka adalah duda empat anak. Sedangkan korban merupakan anak nomor tiga dan tinggal serumah dengan tersangka,” jelas Nikolas.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Ia juga mengaku setiap malam merasa kedinginan sehingga nekat berbuat tak senonoh kepada anak kandungnya sendiri.

“Ketika hasrat tersangka tak bisa dibendung. Korban dirayu dan diancam agar mau menuruti kemauannya. Saat ini, tersangka masih menjalani penyidikan,” sambung Nikolas.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 81 Ayat (1), (3) dan/atau pasal 82 ayat (1), (2) UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU No 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang dan/atau Pasal 46 Undang-undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. (tri/ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *