Dugaan Jual Beli TKD Gondangmanis Jombang, Masih Terus Diungkap

  • Whatsapp
TKD Gondangmanis Bandar Kedungmulyo Jombang
TKD yang diduga dijual mantan Kades Gondangmanis, Harno ke PT Sabas.

JOMBANG, TelisikPos.com – Proses pengungkapan kasus dugaan jual beli Tanah Kas Desa (TKD) Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, ke PT Sabas, masih berlanjut alias tidak berhenti.

Ini ditegaskan Kanit Tipikor Satreskrim Polres Jombang, Ipda Putut Yuger Asmoro. Hanya saja, pihaknya masih menunggu data dari Inspektorat Kabupaten Jombang. “Benar, masih menunggu inspektorat,” terangnya. Kamis (11/6/2020).

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun, tanah aset yang berlokasi di Dusun Manisrenggo, desa setempat ini, diduga dijual mantan Kepala Desa (Kades) setempat, Harno, ke PT Sabas pada tahun 2019 lalu. Oleh warga tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Desa Gondangmanis, dugaan tersebut diadukan ke Polres Jombang. Dengan surat pengaduan nomor 001/FKWDG/IX/2019 tertanggal 22 September 2019.

Sementara Kepala Inspektorat Kabupaten Jombang, Eka Suprasetya mengatakan hal sama yakni pengungkapan kasus dugaan jual beli TKD tersebut tidak behenti alias masih berlanjut. Pihaknya mengaku, menerjunkan tim ke desa untuk mengumpulkan data-data sebagai bahan pemeriksaan.

“Teman teman masih mengumpulkan data ke desa. Ini jalan terus. Karena harus koordinasi dengan provinsi, baru pemeriksaan,” ungkapnya.

Informasi yang beredar di kalangan masyarakat, TKD tersebut, diduga dijual oleh oknum mantan Kades ke PT Sabas. Disamping itu ada dugaan pemalsuan dokumen jual beli tanah kas desa.

Dalam surat pengaduan yang dilayangkan FKWDG tersebut, terdapat 7 poin yang ditekankan, di antaranya yakni menjelaskan tentang pemalsuan dokumen kepemilikan tanah pemerintah desa/ data C Desa, yakni adanya penambahan persil tanah Nomor 79 tanpa prosedur. Di mana, semula persil tanah 79 tidak ada, menjadi ada. Dan mengisi luas tanah dalam persil 79 seluas 00,71 Ha yang diambilkan dari tanah warga dan tanah saluran air.

Poin berikutnya, yakni adanya dugaan pemalsuan status kepemilikan tanah kas dusun, yang awalnya tanah kas dusun dialihkan menjadi milik pribadi atas nama Harno, yang pada waktu itu masih menjabat sebagai Kades Gondangmanis.

Kemudian, dalam surat tersebut, membahas dugaan adanya mark-up harga tanah. Di mana adanya perbedaan nilai antara harga tanah dari PT Sabas dengan harga tanah yang diberikan kepada warga yang tanahnya dibeli oleh PT Sabas. Juga, uang penjualan tanah kas dusun dari PT Sabas diduga diterima oleh Harno melalui transaksi via Rekening Bank Mandiri atas nama Harno.

Point selanjutnya, proses penjualan tanah kas Dusun diduga tidak melalui prosedur dan aturan yang ditetapkan Perundang-undangan yang berlaku, yakni proses penjualan tidak melalui musyawarah desa (Musdes), tidak dibentuknya panitia, dan tidak sepengetahuan birokrasi pemerintah di atas desa, baik melalui Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan BPN.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *