Gandeng Dindik, Disparbudpora Blitar Gelar Sosialisasi dan Konservasi Museum Penataran

  • Whatsapp
Suasana sosialisasi Permuseum, di museum Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar.

BLITAR, TelisikPos.com – Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pemkab Blitar, menggelar sosialisai fungsi museum hingga konservasinya, kepada kalangan pelajar beserta guru.

Sosialisasi Permuseum ini digelar Disparbudpora menggandeng Dinas Pendidikan (Dindik) dan Bapparda (Badan Promosi Pariwisata Daerah), di museum Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Selasa (10/12/2019).

Bacaan Lainnya

Tujuannya, agar museum Penataran Blitar bisa memberi dampak positif bagi siswa-siswi dalam hal pelestarian. Selain itu, juga sebagai upaya meningkatkan pengunjung di setiap tahunnya.

Bertema “museum sebagai tempat pelestarian warisan masa lalu”, sosialisasi ini menghadirkan pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Dengan peserta 6 pelajar SMP dan 100 guru IPS se-Kabupaten Blitar. Mereka diajak mengenal dasar tentang museum sebagai wahana pembelajaran dan pengetahuan sejarah.

“Kegiatan ini sebagai upaya dinamis untuk mempertahankan cagar budaya dan nilainya, dengan cara melindungi, mengembangkan dan memanfaatkannya,” kata narasumber Muhammad Ichwan.

Disini, sambung Ichwan, siswa-siswi juga diajak mengunjungi museum Penataran untuk mengetahui secara langsung cara pembersihan, perawatan, serta cara memperlakukan koleksi koin-koin era Majapahit.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora, Drs Hartono MM mengatakan, kegiatan sosialisasi di museum Penataran ini, untuk membantu siswa mengenal tentang pelestarian benda-benda peninggalan zaman dulu, sebagai bukti sejarah peradaban.

“Kita juga berharap, museum ini bisa difungsikan lagi sebagai sumbet literatur sejarah jaman dahulu bagi pelajar maupun komunitas dan lainnya,” ungkap Hartono.

Hal ini, sambung Hartono, sesuai program yang pernah dicanangkan Bupati Blitar, H Rijanto, bahwa masyarakat kabupaten Blitar agar lebih mengenal destinasi dan produk unggulannya.

“Dampaknya tentu positif. Mereka bisa ikut mempromosikan daerahnya dengan program Olas Kembar alias Ojo lungo adoh sak durunge kemput Blitar,” paparnya. (prm/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *