Harga Cabai Rawit dan Tomat di Kota Probolinggo, Meroket

  • Whatsapp
Salah satu pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Selasa (13/7/2021)

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Cabai rawit makin pedas saja, karena harganya melejit. Cabai kecil yang tiga hari sebelumnya Rp 60 ribu, meroket menjadi Rp 75 ribu per kilogram. Tak hanya cabai, tomat pun ikutan naik, bahkan dua kali lipat kenaikannya.

Harga tomat yang minggu kemarin hanya Rp 5 ribu per kilogram, meroket hingga Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu. Kenaikan harga kedua sayur tersebut diungkap beberapa pedagang atau penjual dan pemasok di Pasar Baru, Kota Probolinggo, Selasa (13/7/2021) siang.

Seorang penyuplai cabai yang enggan menyebut namanya membenarkan, kalau harga cabai dan tomat naik. Penyebabnya, persediaan kurang akibat petani gagal panen akibat hujan. Tanaman cabai dan tomat banyak dicabut karena diserang hama. Sehingga tanaman tidak bisa tinggi dan tidak berbuah.

Petani kemudian mencabuti tanamannya dan diganti tanaman pertanian lainnya. Selain itu, sulitnya pedagang memasok dagangannya ke pasar luar daerah. Mengingat, sejumlah jalur ditutup akibat penerapan PPKM Darurat. Sehingga supplier atau pemasok enggan mengirim barang.

“Selain karena penyakit, ya karena ada penyekatan,” ujar pria yang tengah menyetor cabai di Pasar Baru tersebut.

Sementara Suliana, seorang pedagang asal jalan Mastrip, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kota Probolinggo mengatakan, naiknya harga cabai mulai kemarin. Harga cabai yang awalnya Rp 60 ribu per kilogram, keesokan harinya tiba-tiba naik menjadi Rp 70 ribu.

“Hari ini naik lagi jadi Rp 75 ribu,” kata Suliana, Selasa (13/7/2021) siang.

Menurutnya, tak hanya cabai, tomat juga ikut-ikutan naik. Harga tomat yang sebelumnya hanya Rp 5 ribu per kilogram, tiba-tiba melejit menjadi Rp 15 ribu. Suliana menyabut, baru kali ini tomat harganya naik hingga dua kali lipat.

“Mahal sekali. Dulu harganya tidak sampai Rp 5 ribu. Sekarang Rp 14 sampai Rp 15 ribu,” jelasnya.

Selain cabai rawit, cabai kecil hijau juga naik, namun kenaikannnya tidak seberapa. Kalau sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram, saat ini harganya naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Saat ditanya penyebabnya, Suliana mengaku, tidak tahu pasti. Tapi yang jelas, menurutnya, naiknya dua komuditas tersebut akibat stok barang yang kurang.

Salah satu penyebabnya, hujan turun beberapa hari terakhir, sehingga tanaman banyak yang rusak. Selain itu, adanya penyekatan di beberapa ruas jalan karena penerapan PPKM Darurat. Karenanya ia meminta Pemkot segera membuka jalan yang ditutup. “Ya, segera dibuka pak Wali Kota,” pintanya.

Tak hanya berkurangnya pasokan tomat dan cabai, akibat penerapan PPKM, penghasilannya menurun akibat sepi pembeli. Menurutnya, warga enggan berbelanja ke Pasar Baru karena harus memutar dan lebih jauh.

“Pembelinya sepi sekali. Turun sekitar 70 persen,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Hosnawiyah, pedagang sayur asal Wonoasih. Menurutnya, jualannya rata-rata naik, kecuali cabai besar yang malah turun. Saat ini harganya Rp 15 ribu dari sebelumnya yang mencapai Rp 40 ribu per kilogram.

“Hanya cabai besar yang trurun,” katanya singkat. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *