Hidup Sekandang, Dua Singa di TWSL Probolinggo Terpantau Kawin Beberapa Kali

  • Whatsapp
Dua singa jantan dan betina yang sudah hidup sekandang di TWSL Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos,com – Dua singa penghuni TWSL (Taman Wisata Studi Lingkungan) Kota Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya bisa tinggal di satu kandang. Hanya saja belum diketahui, apakah singa betina hamil atau belum.

Kabar menggembirakan tersebut didapat dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rahmatdeta Antariksa, Senin (9/8/2021) siang. Dikatakan, singa yang sempat tarung saat hendak disatukan tersebut, hidup layaknya suami-istri pada Juli lalu.

Belum diketahui apakah Jane, singa betina itu hamil atau tidak. Yang jelas, kata Rahmatdeta, keduanya sudah kawin (berhubungan badan). Ia berterus terang, tidak tahu pasti mengapa Jane dan Sera, singa jantan kini sudah akur.

Padahal sebelumnya, keduanya sempat tarung saat hendak diperkenalkan dan dipersatukan. Bahkan Sera (singa jantan) sempat terluka lehernya akibat dicakar Jane (betina).

“Mungkin karena TWSL sepi, sehingga mereka mau hidup sekandang. Kan TWSL sejak PPKM, ditutup bagi pengunjung,” katanya.

Karena sudah akur, pintu penghubung antar dua kandang, yang awalnya ditutup, kini dibuka. Kedua singa pinjaman dari Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen Kabupaten Pasuruan itu, kini bisa berpindah-pindah kandang.

“Bisa tinggal di kandang sisi barat atau timur. Bebas milih sesukanya,” tambah Rahmatdeta.

Terpisah, Kepala UPT IPLH pada DLH Akbarul Husaini membenarkan, kalau Jane dan Sera sudah sudah berkumpul. Tak hanya hidup bersama, mereka sempat kelihatan beberapa kali kawin. Hanya saja belum diketahui apakah Jane hamil atau belum.

“Perutnya belum kelihatan besar dan belum memeriksakan Jane,” katanya.

Biasanya, lanjut Akbar, singa terlihat hamil atau mengandung setelah usia perkawinannya antara 100 sampai 120 hari atau dua bulan. Namun, untuk memastikan pihaknya akan mendatangkan dokter ahli dari TSI Pasuruan. Sejak hidup bersama, kini Sera tak lagi marah-marah dan kondisinya mulai normal atau gemuk.

Dijelaskan, Sera dan Jane hidup bersama sejak 2 juli 2021 lalu. Sebelumnya, pihaknya sempat berupaya menyatukan keduanya. Namun gagal, karena Jane dan Sera terlibat pertengkaran, sehingga pintu penghubung dua kandang ditutup kembali.

“Mungkin karena Sera belum cukup umur. Setelah umurnya cukup, pintu penghubung kami buka lagi,” ujarnya.

Ternyata, upaya itu berhasil dan sejak 2 Juli 2021 kedua singa berlainan jenis kelamin tersebut hidup bersama. Selain karena usianya sudah cukup, Jane mau berkumpul dangan Sera karena suasana TWSL sepi alias tidak ada pengunjung.

“Mungkin kalau ramai, Saat pengunjung sepi, mereka mau kumpul. Dan masa PPKM, mereka sering kawin,” tandasnya.

Mengenai porsi makanan, ada peningkatan dibanding saat kedua singa asal Afrika tersebut hidup sendirian. Sera tidak rakus makannya, sehingga kondisinya agak kurus, sedang saat ini, ia kembali gemuk alias normal.

“Mungkin nanti ketika Jane hamil, porsi makannya lebih banyak. Di masa pertumbuhan janin yang di kandungnya,” tambahnya.

Sekedar informasi, Sera singa berjenis kelamin jantan, asal dari TSI II Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Saat tiba di TWSL, pada 6 Februari 2020 berat badannya 150 kilogram. Sera lahir pada 15 April 2014, anakan dari Isaku Jantan dan Gita Betina.

Sementara Jane singa betina juga berasal dari TSI II Prigen. Saat tiba di TWSL 6 Februari 2020 berat badannya 53,9 kilogram . Ia lahir 18 Mei 2018 , anakan dari Galuh Jantan dan Febi betina. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *