Hore, Ribuan Warga Kota Probolinggo Terima Bansos PPKM Darurat

  • Whatsapp
Seorang warga menunjukkan bansos tunai yang diterimanya dari Pemkot Probolinggo, akibat terdampak PPKM Darurat.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelontor Bantuan Sosial (Bansos), guna meringankan beban ekonomi warganya. Ada 2.981 warga terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang mendapat kucuran.

Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 200 ribu dan diberikan secara tunai. Mereka yang menerima bantuan adalah warga yang tidak mendapat bantuan dalam bentuk dan jenis apapun. Baik dari pemerintah pusat, provinnsi, bahkan dari Pemkot sendiri.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, di sela-sela kunjungannya ke kantor Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Rabu (14/7/2021) pukul 09.00 WIB. Dalam rangka, memantau langsung pelaksanaan pencairan atau pendistribusian Bansos.

“Tujuan kami ke sini melihat dan memantau pelaksanaan pembagian bansos. Apakah benar dilaksanakan dan sesuai dengan data,” tandasnya ke sejumlah wartawan.

Disebutkan, dari 29 kelurahan yang ada di wilayahnya, penerima bansos terbanyak adalah Kelurahan Mangunharjo yakni 415 Kepala Keluarga (KK). Menurutnya, pelaksanaan pencarian bansos di kelurahan setempat memasuki hari ketiga atau terakhir.

“Senin kemarin dimulai dan sekarang hari terakhir. Mudah-mudahan lancar,” harapnya.

Wali Kota menjamin, tidak akan ada warga yang tidak tercatat di data menerima bansos. Karena petugas dilengkapi atau memegang dokumen penerima bansos lengkap dengan fotonya. Petugas, kata Hadi, tinggal mencocokkan by name by address serta fotonya.

“Petugas tinggal mencocokkan. Kalau tidak cocok dengan fotonya ya tidak diberikan,” tegasnya.

Saat ditanya mengapa terlambat? Mantan anggota DPR RI tersebut menjawab, butuh waktu saat penentuan siapa saja yang akan menerima bansos. Dinas terkait mengumpulkan dan mendata siapa saja yang berhak menerima bansos tersebut.

“Setelah dirasa cukup, dokumen data diserahkan ke masing-masing kelurahan untuk dikroscek atau divalidasi di lapangan,” katanya.

Penyerahan bansos diluncurkan Senin (12/07/21) kemarin dan diharapkan cepat selesai. Adapun anggaran yang dipakai lanjut Wali Kota adalah dana BTT (Biaya Tidak Tetap). Setiap KK mendapat bansos berupa uang tunai sebesar Rp200 ribu.

“Jangan dinilai nominalnya. Yang penting bisa membantu meringankan warga terdampak. Pergunakan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi mengimbau masyarakat menaati penerapan PPKM Darurat, agar jumlah warga yang terpapar Covid-19 berkurang. Ia berterima kasih terhadap warganya yang telah disiplin menjalankan prokes dan patuh terhadap PPKM darurat. Sehingga jumlah warga yang terkonfirmasi, turun.

Tercatat, pada 10 Juli 2021 ada 321 kasus aktif, namun tiga hari kemudian atau yakni 13 Juli 2021 turun menjadi 248 kasus.

Penurunan tersebut, menurut Hadi, upaya nyata yang tidak hanya dilakukan Pemkot, TNI, Polresta dan elemen lain, tetapi juga didukung masyarakat.

“Saya berharap ketaatan dan kedisiplinan warga dipertahankan. Agar penderita Covid-19 terus menurun, sehingga kita bisa hidup normal kembali,” pungkasnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *