Ini Respon Netizen Soal Kesepatan Larangan Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah

  • Whatsapp
Tangkapan layar komentar netizen terkait Surat Kesepatan Larangan Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah

JOMBANG, TelisikPos.com – Surat kesepakatan Bupati Jombang dengan Forkopimda, MUI dan ormas keagamaan di Kota Santri, soal larangan takbir keliling dan diganti di masjid menggunkan pengeras suara namun jumlah orang terbatas, serta pelaksanaan salat Idul Fitri 1441 H di rumah saja, juga anjangsana atau silaturrahim dilakukan lewat video call/conference, mendapat respon beragam oleh netizen.

Sebelumnya, capture (tangkapan layar) berita berjudul “Bupati Jombang Luncurkan Kesepakatan Larang Takbir Keliling, Salat Id 1441 H di Rumah” yang ditayangkan di media online TelisikPos.com ini dibagikan ke grup Facebook “KABAR JOMBANG TERKINI”.

Bacaan Lainnya

Rata-rata, kesepakatan tersebut dinilai netizen cukup aneh. Netizen juga membandingkan pelarangan ubudiyah dalam perayaan Idul Fitri tersebut dengan masih dibukanya swalayan, supermarket dan minimarket di Jombang.

Tolong di tutup juga minimarket dan supermarket,” tulis akun Veny Hidayati dalam kolom komentar, yang disahuti akun Yuliana Yuliana dengan komentar “cocok iki Veny Hidayati“.

Swalayan2 iku o tutupen buk, ojok mek mesjid2 tok seng gk oleh enek kerumunan…. kebijakan yg aneh,” tulis akun Agung Demit Ndas Ireng dalam kolom komentar.

Bravo los Sampek gak amot parkire” timpal akun Dawi Memes berkomentar di kolom bawah.

Lebih seru lagi komentar yang ditulis akun Cak Heru, yang menulis “Tambah ra jelas,, seakan-akan penyebarane covid tkan masjid ae ,,, tempat liyane piye lo ??“.

Zaw iki jaman e wes molahi bubar…..sholat id hanya stu thn sekali di masjid dilarang….blum tentu di tahn yg akn datang kita ketemu dengan sholat id….. ya Allah semoga kita semua di ketemukan kembali di blan romadon yg akn datang yg lebi baik dari thn ini…. amin,” begitu komentar yang ditulis akun Sandy Tya.

Masjid adalah tempat yg bersh…kok malah dtutup…otakx itu lho dtaruh dmana…hallo…” tulis akun Ardo Putra Tunggal

Bahkan, beberapa netizen menulis komentar bernada tidak mengindahkan kesepatan bersama yang telah diluncurkan tersebut.

Sepurane pemerintah kami bukanya tidak mematuhi aturan anda. Tapi kalau masalah ini Desoku lossssssss pokok.e,” tulis akun Pyeks Pramojho di kolom komentar, meski akun ini tidak menyebut desanya. Komentar ini dibalas oleh akun Ugik Anggara “Pyeks Pramojho siip podo lek ngnu lurd“.

Akun Ardo Putra Tunggal kembali menulis di bawah komentar sebelumnya “Gk ngurusi aturanmu… BANTUAN AE gak teko kok ape ngurusi aku… nglarang aku tiwas muruh…“. dan disambung komentar Eriq Toq yang menulis “Wah wah wah wes karep karep mu,,,, aku gak ngorooos“. Kemudian ditimpali lagi oleh akun Ardo Putra Tunggal “ATURAN SEMPEL

Diberitakan sebelumnya, surat kesepakatan bersama tersebut merupakan hasil rapat koordinasi Bupati bersama Forkopimda, MUI dan Organisasi Keagamaan di Jombang, pada Senin 18 Mei 2020.

Sekedar diketahui, pemuatan komentar netizen di atas hanya sebagian saja alias tidak semuanya ditampilkan di berita ini. Hingga berita ini diunggah, komentar di grup Facebook tersebut, juga masih berlangsung. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *