Jajakan Janda Patok Tarif Rp 900 Ribu, Pria Calo Vila Pacet Diringkus Polisi

  • Whatsapp
Tersangka mucikari saat dirilis petugas di Polres Mojokerto.

MOJOKERTO, TelisikPos.com – Aditya Afandi (18) warga Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diringkus polisi. Dia ditangkap setelah menawarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) kepada pria hidung belang di vila Pacet.

Selain mengamankan pelaku, Polres Mojokerto juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 900 ribu, seprai dan selimut dari sebuah vila di kawasan Pacet Mojokerto.

Bacaan Lainnya

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby Dapot Parlindugan mengatakan, terungkapnya kasus prostitusi di kawasan vila Pacet ini, berawal dari laporang masyarakat terkait adanya seorang mucikari yang menawarkan PSK.

“Yang bersangkutan ini sebagai mucikari, dia kita amankan setelah melakukan transaksi menawarkan seorang janda kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 900 ribu rupiah,” terangnya, saat Pers Rilis di Rumah Dinas Polres Mojokerto, Jalan Pahlawan, Selasa (27/1/2020)

Berdasarkan keteragan pemuda yang sehari-harinya menjadi calo vila di kawasan Pacet tersebut, setiap menawarkan perempuan kepada pria hidung belang, dia mematok tarif dengan harga Rp 900 ribu per dua jam. Setiap kali transaksi, pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Pelaku mematok harga Rp 900 ribu setiap transaksi, dengan pembagian Rp 500 ribu untuk perempuan yang melayani, Rp 250 ribu untuk sewa kamar atau vila. Sedangkan pelaku mendapatkan Rp 150 ribu. Tak jarang, sang perempuan memberikan lebih untuk mucikari,” paparnya.

Modus yang dilakukan oleh pelaku yakni dengan cara menawarkan kepada setiap pelanggan vila atau pria hidung belang melalui ponsel, kemudian memperlihatkan gambar perempuan yang akan menemani. Dari situ, kemudian pria hidung belang bertukar nomor untuk janjian bertemu dengan perempuan yang akan menemani kencan.

“Biasanya kalau sudah komunikasi dan harganya cocok, si perempuan ini langsung standby di vila atau kamar yang ditentukan,” jelasnya.

Akibat perbuatanya, tersangka terancam dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP dengam ancaman maksimal lima tahun penjara.

Tersangka mengaku, jika sudah menjalankan bisnis esek-esek ini selama setengah tahun. Dia mengaku nekat nyambi menjadi mucikari sebagai sampingan, karena sehari-harinya menjadi calo vila.

“Rata-rata yang saya tawarkan adalah teman saya sendiri, dan kebetulan yang saya tawarkan ini adalah seorang janda. Saya nggak ngambil dari mana-mana, ya perempuan yang saya tawarkan memang mereka mau untuk ditawarkan,” aku tersangka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *