Keindahan Pantai Mayangan Kota Probolinggo Tercoreng Tumpukan Sampah

  • Whatsapp
tumpukan sampah di pantai Mayangan, Kota Probolinggo. Padahal, lokasi ini berdekatan dengan TPA.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Kondisi kumuh, terjadi di Pantai Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Betapa tidak, di sisi barat barat tikungan Jalur Lintas Utara (JLU), tampak terdapat tumpukan sampah.

Padahal, lokasi ini dekat dengan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah. Meski tidak begitu mengganggu pandangan, namun dimungkinkan berpengaruh terhadap kehidupan biota laut. Baik tanaman ataupun perkembang-biakan binatang laut.

Tumpukan sampah di belakang rumah tinggal warga tersebut, menjadi tempat mencari makanan puluhan kambing. Pemilik tidak perlu ribet mencari rumput atau dedaunan. Cukup melepas dan membiarkan kambingnya mencari makan ditumpukan ampah. Tak hanya sampah dedaunan, kertas, bahkan plasitk pun dimakan.

Kondisi seperti itu sudah berlangsung lama. Namun, belum ada upaya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo untuk membersihkan. Bahkan, spanduk atau baliho larangan atau imbauan pun, tidak terpampang di lokasi.

Usut-punya usut, sudah seringkali DLH memasang papan imbauan dan larangan, namun papan tersebut tak bertahan lama terpasang. Papan baru dipasang, kemudian hilang tanpa jejak. Penyebabnya bukan dicuri, tetapi dicabut dan dibuang.

Hal tersebut diungkap Kepala DLH Kota Probolinggo saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021) siang. Tak hanya itu, pihaknya juga seringkali menggelar sosialisasi terkait pentingnya membuang sampah pada tempatnya. serta dampak buruk membuang sampah sembarangan.

Rupanya, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Warga tetap membuang sampah di tempat tersebut. Dikatakan, bukan hanya warga sekitar dan pengendara, bahkan ada warga yang membawa sampah dengan gerobak dibuang di lokasi tersebut.

“Informasinya seperti itu. Kami terus pantau untuk mengetahui siapa yang membuang sampah pakai gerobak di sana,” tegasnya.

Armatdeta menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP. Harapannya, agar mengetahui siapa saja yang membuang sampah di lokasi tersebut. Jika ketahuan, nantinya mereka akan diimbau untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kalau perlu, bikin surat peernyataan,” tandasnya.

Disinggung mengapa DLH tidak membangun TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di dekat lokasi? Rahmatdeta menjawab, selain tidak ada tempat, membangun TPS di sana, tidak boleh. Alasannya, karena dekat dengan TPA.

“Sampah warga yang terkumpul seharusnya dibuang ke TPA. Kan jaraknya tidak terlalu jauh,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Mayangan Muhammad Abbas, mengaku sudah kerapkali mengingatkan warga bersama pihak Kelurahan. Bahkan, pihaknya sempat beberapa kali mengundang warga untuk sosialisasi.

“Informasi yang kami terima, bukan warga sekitar. Tapi warga jauh dan pengendara yang buang sampah di sana. Kan dekat jalan raya,” ujarnya.

Selain akan berkoordinasi, pihaknya akan melibatkan Babinkamtibmas dan Babinsa untuk memantau dan mengawasi tempat pembuangan sampah illegal tersebut. Kepada warga sekitar dan warga jauh yang membuang sampah di tepi pantai itu, diminta untuk membuang sampah ke TPA.

“Nggak tahu, kok dibuang di sana. Padahal jarak TPA dekat,” pungkanya.

Sedangkan Ali Maki, warga sekitar membenarkan, yang membuang sampah bukan warga setempat, namun pengendara dan petugas pemungut sampah menggunakan gerobak. Dirinya sudah berkali-kali mengingatkan, namun mereka tetap saja membuang sampah ditempat tersebut.

“Meski kami bukan petugas, sering mengingatkan. Tapi mereka tetap membuang di sana,” katanya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *