Kematian ABK KMP Awu PT Pelni, Ada Dugaan Pembunuhan?

  • Whatsapp
Jenazah ABK KMP Awu, Nor Effendi.

SURABAYA, TelisikPos.com – Mengawali tahun 2020, PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) terpaksa berjibaku dengan insiden kematian yang diduga tak wajar seorang anak buah kapal (ABK) dalam perjalanan dari pelabuhan keberangkatan Teluk Kumai, Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

ABK bernama Nor Effendi yang juga pegawai perusahaan pelayaran pelat merah tersebut, dikabarkan meregang nyawa dalam kondisi mengenaskan, pada Jumat (3/1/2020).

Bacaan Lainnya

“Kami melihat ada ketidakwajaran dari kematian saudara kami,” sebut Heru Sugiarto, wakil keluarga korban saat dikonfirmasi, Selasa (7/1/2020).

Dugaan kematian tak wajar yang diakui keluarga tersebut semakin meyakinkan, setelah mengetahui adanya luka lebam dan luka lainnya di sebagian tubuh bapak 2 anak ini. Bahkan, Heru yang sempat mempertanyakan pola tanggung jawab perusahaan dan upaya penanganan dari pelaporan yang sudah dilayangkan ke kepolisian setempat itu menduga, korban meninggal dunia karena dibunuh.

“Mustahil lah, masak jatuh dari tempat tidur seperti itu? Ada bekas luka di kepala, di bagian mulut dan seperti ada bekas jeratan di lehernya,” ungkap Heru Sugiarto, yang juga adik korban seraya menunjukkan dokumentasi foto-foto korban.

Sementara, dari visum yang diperoleh menyebut, Nor Effendi menghembuskan nafas terakhirnya bukan lantaran penyakit. Berdasar visum dari RSU dr Soetomo yang juga digunakan untuk kepentingan klaim asuransi itu, Heru secepatnya melaporkan kondisi kakak kandungnya ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

“Saya lihat langsung bagaimana kondisi korban. Melihat ketidakwajaran itu saya putuskan membuat laporan polisi,” akunya saat ditemui di Surabaya.

Dijelaskan, mendiang Nor Effendi di PT Pelni sudah 21 tahun mengabdi dalam jabatan Penata Usaha Kapal (PUK) di KMP Awu. Kematian lelaki berusia 47 tahun yang tercatat sebagai warga Desa Tegalluru, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah itu membuat seluruh keluarga besarnya syok.

“Karena keluarga tidak pernah mendengar keluhan sakit, dan kakak saya ini tidak memiliki riwayat sakit. Dia itu suka olahraga,” ulas Heru.

Terpisah, Corporate Secretary PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro mengaku, belum bisa mengambil sikap atas kematian Nor Effendi. Alasannya, sampai saat ini masih menunggu visum dan hasil otopsi jenazah pegawainya. “Hasilnya akan keluar 6 hari ke depan,” ujarnya melalui ponselnya.

Namun, lanjut Yahya, dalam kasus kematian ABK ini sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan perusahaannya. SOP itu, katanya, berlaku dalam hal temuan ABK maupun penumpang yang meninggal di atas kapal.

“Jadi, penyebab kematiannya (Nor Effendi, red), kami belum tahu. Yang pasti, kami kooperatif dalam kasus ini. Siapa pun yang terbukti bersalah, kami kenakan sanksi yang berlaku di manajemen PT Pelni,” tandasnya.

Menyoal proses penyelidikan, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Dimas Ferry Anuraga menyatakan, telah melakukan serangkaian proses hukum dalam kasus meninggalnya Nor Effendi tersebut. Selain itu, kata Dimas, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ABK KMP Awu yang ditemukan tak bernyawa di kamarnya pada, Jumat (3/1/2020) lalu tersebut.

“Kami juga sedang menjadwalkan pemanggilan 2 saksi dari pihak ABK KM Awu untuk diperiksa dan dimintai keterangannya,” ungkap Dimas dikonfirmasi wartawan.

Bahkan, untuk melengkapi proses penyelidikan dan penyidikan, Dimas tengah menunggu hasil autopsi tim dokter RSU dr Soetomo Surabaya. Dengan begitu, katanya, akan menambah alat bukti untuk mengungkap misteri kematian ABK KMP Awu, Nor Effendi. “Update-nya pasti kami sampaikan,” janjinya.

Nor Effendi, adalah ABK KMP Awu milik PT Pelni (Persero). Ia ditemukan kehilangan nyawa pada, Jumat (4/1/2020) siang. Lelaki 47 tahun itu meninggal dunia dalam perjalanan dari Teluk Kumai Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. (ms/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *