Kirim Paket Berisi Ganja ke NTT, Pemuda asal Jombang Diringkus di Sidoarjo

  • Whatsapp
Tersangka beserta barang bukti, saat diamankan di Polsek Sedati, Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO, TelisikPos.com – Harun Rusli (21) warga Jalan Sulawesi RT 24 RW 04, Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang, diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Sedati, Polresta Sidoarjo, Jawa Timur. Dia terbukti mengirim paket berisi ganja melalui jasa pengiriman barang di kawasan Jalan Raya Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.

Penangkapan pemuda yang ngekos di Perum Kali Pecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo itu, bermula dari laporan, jika ada paketan mencurigakan. Paket dengan tujuan Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut diduga berisi ganja

“Setelah mendapat laporan itu, kami langsung lihat hasil rekaman kamera CCTV,” kata AKP I Gusti Made Merta, Kapolsek Sedati, Kamis (22/8/2019).

Hasil rekaman CCTV itu, petugas mendapati tersangka dengan ciri-ciri rambut disemir warna putih, pakai anting-anting, bertato pada jidat dan tangan kanan kiri. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap tersangka.

“Tersangka kami amankan di sebuah baber shop kawasan Betro, Kecamatan Sedati, Sidoarjo,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pendalaman di Mapolsek Sedati, ternyata benar, paketan tersebut berisi daun ganja kering seberat 2,5 ons.

Kepada petugas, tersangka juga mengaku bahwa barang tersebut didapat dari Yoshua Carragio. Dari pengakuan itu, polisi bergegas menuju tempat kos Yoshua. Sayangnya, yang bersangkutan sudah tidak ada di lokasi. Polisi kemudian menetapkan Yoshua sebagai DPO atau daftar pencarian orang.

“Nomor handphonenya juga tidak aktif. Tapi, kami tetap lakukan penyelidikan dan memburu Yoshua,” terangnya.

Selain tersangka Harun Rusli, petugas menyita barang bukti berupa daun ganja kering seberat 2,5 ons, tas warna coklat, bungkus warna hitam dan baju milik tersangka.

“Tersangka Harun Rusli kita tahan di sel tahanan Mapolsek Sedati, guna proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat pasal 111 ayat 2 UU No. 36 Tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 20 tahun,” pungkasnya. (met/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *