Lelaki 60 Tahun di Kota Probolinggo Ditemukan Meninggal di TPS

Jenazah korban saat dievakuasi petugas ke RSUD dr Mochmad Salah, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Idris Sugianto (60) seorang yang biasanya bekerja sebagai pembuang sampah warga, ditemukan meninggal dunia secara mendadak. Tidak ada yang tahu secara pasti, jam berapa bapak yang tinggal di Kelurahan Wonoasih,Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo tersebut, menghembus nafas terakhirnya.

Yang jelas, korban diketahui meninggal pada Selasa (22/06/21) sekitar pukul 10.00 WIB di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Sisi luar utara Ruang Terbuka Hijau (RTLH) Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok.

Lelaki yang biasa disapa Yanto ini ditemukan terlentang di tempat memilah sampah yang beratap oleh pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kemudian, petugas meluncur ke rumah Abdurrohmat, Ketua RT 5 RW 5, Kelurahan Wonoasih.

“Sekretaris DLH ke rumah. Memberitahu kalau warga saya Idri Sugianto, geblak,” katanya, di lokasi penemuan mayat.

Tanpa pikir panjang, pria yang biasa disapa Rohmat tersebut meluncur ke TPS. Hasilnya, setelah dilihat dan dipegang denyut nadinya, Yanto sudah meninggal dunia. Saat itu, Ketua RT tidak sendirian, tetapi bersama seorang rekannya.

“Setelah itu kami menghubungi pihak keluarga, Kelurahan, Kecamatan dan Polsek,” jelasnya.

Rohmat mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan tidak ada luka akibat senjata tajam. Dimungkinkan, korban meninggal karena riwayat sakit yang dideritanya. Hanya saja, pria berkaca mata tersebut tidak menjelaskan nama dan jenis penyakitnya.

“Korban memang sakit. Mungkin kecapekan,” tambahnya.

Sementara itu, seorang perempuan yang mengaku masih keluarga korban, meminta ke petugas untuk tidak dilakukan autopsi. Ia meminta jasad korban langsung dibawa ke rumahnya, karena Yanto meninggal akibat sakit. Meski begitu, petugas ambulans tetap membawa korban ke RSUD dr Muhammad Saleh.

Penemuan mayat tersebut, sempat memacetkan jalan Mastrip. Sebab, sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di bahu jalan. Ada pula yang memarkir kendaraannya sembarangan. Sehingga, mengganggu arus lalu lintas.

Kemacetan terutrai setelah petugas dari Polsek Wonoasih dan Polres Probolinggo Kota, mengatur kendaraan.

Di tempat yang sama, Camat Wonoasih, Deus Wanandi mengaku, kedatangannya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menindaklanjuti laporan warga. Didampingi Lurah Wonoasih Mohammad Ghozali dan sejumlah perangkatnya.

“Kedatangan kami ke sini sekedar memonitor. Kami dilapori warga kalau ada warga kami yang meninggal,” katanya.

Diperoleh informasi lanjut Deus, kalau korban sakit. Bahklan, Yanto sempat diliburkan sebagai waker atau penjaga malam kantor Kelurahan Wonoasih, lantaran sakit. Tapi yang bersangkutan kemudian bekerja membuang sampah warga di lingkungannya ke TPS.

“Ini ada Lurahnya. Korban pernah menjadi waker, namun distirahatkan karena sakit. Sekarang kerja buang sampah warga,” tandasnya.

Sementara Kanit I Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, sudah melakukan olah TKP. Pihaknya menyatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan luka akibat senjata tajam pada tubuh korban.

Meski begitu, pihaknya tetap membawa jasad korban ke RSUD dr Mohamad Saleh, untuk diperiksa. “Korban masih diperiksa dokter RSUD dr Mohamad Saleh,” katanya.

Terkait permintaan warga yang tidak menghendaki korban diautopsi, Joko -begtu ia biasa disapa, mengaku belum tahu. Phaknya belum bertemu dengan keluarga korban. Ia berjanji masih akan berkoordinasi.

“Kami belum ketemu keluarganya. Soal perkembangan, nanti kita beritahukan,” jelasnya sebelum meninggalkan lokasi kejadian. (mo/tp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.