Lima Pemuda Satu Jaringan Sabu-sabu di Mojoagung Jombang, Digulung Polisi

  • Whatsapp
Kelima tersangka kasus sabu-sabu, diamankan di Polres Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Lima pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Kota Santri, berhasil ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Jombang.

Kelimanya diringkus polisi dalam waktu sehari, yakni pada Selasa (19/11/2019). Mereka merupakan pengedar sekaligus pengguna sabu-sabu dalam satu jaringan.

Penangkapan dari kelimanya, diawali petugas meringkus Basuni alias Mbek (23). Buruh serabutan asal Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung ini, ditangkap di rumahnya, sekitar pukul 05.00 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengatakan, Basuni alias Mbek sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi dari pengembangan kasus sebelumnya.

Dari tersangka Mbek, polisi mengamankan barang bukti sebuah kotak plastik berisi 1 buah pipet diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor 1,47 gram, 4 plastik klip diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, 2 buah potongan sedotan plastik sebagai skrop, 1 korek api warna merah sebagai kompor, 1 gunting warna hitam, 1 botol bekas sudah terakit sebagai alat hisab sabu (bong).

“Dari Mbek, juga diamankan satu unit ponsel merk Asus warna hitam, dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu,” kata Moch Mukid, Sabtu (23/11/2019)

Pengembangan dari tersangka Mbek, polisi kemudian menggerebek sebuah rumah di Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, sekitar satu jam kemudian, atau sekitar pukul 06.00 WIB.

Hasilnya, polisi mengamankan tiga pemuda saat asyik menggelar pesta sabu-sabu di rumah tersebut.

Mereka yakni, Anas Alayufi alias Ableh (32) pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh rosok, dan David Auliya (29) seorang sopir. Keduanya ini merupakan warga Desa Johowinong.

Selanjutnya, Moch Arifin alias Jembit (34) pengusaha rosok asal Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

“Dari ketiga tersangka ini, kami mengamankan barang bukti sabu-sabu dengan berat kotor 5,4 gram dengan berat bervariasi,” katanya.

Moch merinci, 1 bungkus bekas rokok berisi 1 plastik klip berisi sabu dengan berat kotor 2,50 gram, 1 plastik klip berisi sabu 2,01gram, 1 plastik klip berisi 5 linting plastik klip masing-masing berisi sabu 0,22gram, 0,21gram, 0,20gram, 0,20gram, 0,20gram.

Selain itu, 3 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai, 2 korek api warna kuning dan merah sebagai kompor, 2 botol bekas sudah terakit sebagai alat hisab sabu (bong), 1 timbangan digital warna silver, uang tunai sebesar Rp 1.470.000, 3 unit handphone merk Oppo warna hitam, Nokia warna merah muda, dan Evercross warna putih.

Dari tiga pelaku, kemudian berkembang lagi membekuk Tatang Setiawan (28) seorang pengusaha rosok warga Johowinong. Pemuda ini tak berkutik setelah polisi melakukan penangkapan dan menggeledah rumahnya.

Dari Tatang, polisi mengamankan barang bukti berupa, 1 pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai seberat kotor 1,40gram, 1 botol bekas sudah terakit sebagai alat hisab sabu (bong), dan 1 unit ponsel merk Oppo warna hitam.

Kini, kelimanya meringkuk di sel tahanan Polres Jombang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kelimanya dijerat polisi dengan Pasal 114,112 juncto 127 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Kita akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan lain yang lebih besar,” pungkas Moch Mukid. (ans/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *