Mampu Suplai Sayuran 20 Pikap Per Hari, Ini Keluhan Petani Pedagangan Gresik

  • Whatsapp
Harun, Kepala Desa Pedagangan, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, saat meninjau tanaman sayur di lahan TKD setempat.

GRESIK, TelisikPos.com – Mafhum diketahui, bila Desa Pedagangan Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Jawa Timur, merupakan salah satu daerah penghasil sayur mayur.

Bahkan, petani desa ini mampu menyuplai sayur mayur ke pasar yang ada di Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto. Suplainya tidak tanggung-tanggung, mencapai sekitar 20 pikap per hari.

Tak hanya lahan milik warga, tanah bengkok alias Tanah Kas Desa (TKD) Pedagangan, juga dimanfaatkan sebagai tambahan pasokan sayuran.

Nah, persoalan muncul ketika tiba musim kemarau. Apalagi, Kabupaten Gresik bagian selatan begitu identik dengan kawasan kering nan gersang. Sedangkan sistem pengairan sawan desa ini adalah tadah hujan atau hanya memanfaatkan hujan sebagai sumber air. Tidak ada irigasi khusus.

Kepala Desa (Kades) Pedagangan, Harun membenarkan, kala musim kemarau seperti sekarang ini, semua petani sayuran di desanya mengeluh. Terutama masalah pengairan. Belum lagi hama tikus dan wereng yang menyerang tanaman.

“Keluhan petani di musim kemarau seperti sekarang ini adalah air. Kami berharap ada bantuan sumur bor dari dinas terkait untuk pengairan,” ucap Harun.

Sejauh ini, lanjutnya, sumur bor hasil swadaya warga belum menjangkau ke seluruh lahan tanaman. Karena hanya sebesar pipa 2 dim.

“Artinya, kalau segitu kurang besar volumenya. Biaya pembuatan untuk satu titik sumur bor, butuh Rp 3 juta,” paparnya.

Biaya Rp 3 juta, lanjutnya, hanya biaya pengeboran. Belum biaya pembelian mesin pompa air dan selang penghubung. “Kalau di total semua, bisa menghabiskan puluhan juta,” sambung Harun.

Bila desa ini tidak kesulitan air, kata Harun, kedepan BUMDes Pedagangan berencana akan memfasilitasi sarana dan prasarana untuk pengembangan bisnis supplier sayuran. Yang nantinya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, serta mendongkrak perekonomian masyarakat.

Hanya saja, untuk pembangunan sarana dan prasarana, Desa Pedagangan masih terkendala pada anggaran. “Menunggu anggaran dan bantuan dari pemerintah untuk merealisasikannya,” ujarnya.

Harun juga mengatakan, ada beberapa jenis sayuran yang ditanam petani desa setempat, di antaranya, sawi, kangkung, bayam, daun singkong, daun pepaya, kacang panjang, kenikir, kemangi.

Sementara Tarsan (55) warga setempat, mengaku kesulitan air di kala musim kemarau. Dalam durasi itu, ia mengaku harus pakai pompa air berbahan bakar bensin untuk mengairi sawah garapannya.

“Biayanya tambah, jadi omsetnya sedikit berkurang,” keluh penggarap TKD tersebut.

Senada dikatakan Abdul Majid (57). Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pengadaan pompa air agar petani tidak terus kesulitan air. Selain itu, ada penyuluhan dari Dinas Pertanian untuk menanggulangi hama wereng dan tikus yang selama ini menjadi momok mereka.

“Kami berharap ada bantuan sumur bor untuk pengairan,” keluhnya. *)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *