Masa PPKM, Tiga Komisi DPRD Kota Probolinggo Kunker ke Jombang dan Jateng

  • Whatsapp
Kantor DPRD Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Di masa PPKM level 4 ini, tiga Komisi di DPRD Kota Pobolinggo, Jawa Timur bepergian ke luar daerah. Komisi II kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sedang komisi III ke Kabupaten Karanganyar dan Sragen, Jawa Tengah.

Untuk komisi I belum diketahui tujuan kunjungannya. Sebab saat dikonfirmasi, Kamis (5/8/2021) sore, seluler Ketua Komisi I Abdul Jalal, tidak aktif. Sementara itu Ketua Komisi II Sibro Malisi membenarkan kabar kunker tersebut.

Bahkan ia menyebut tiga komisi sama-sama kunker. Hanya saja Sibro enggan menyebut kota tujuannya. Alasannya, pihaknya tidak ingin mencampuri urusan yang bukan komisinya alias bukan domainnya. Dalam kesempatan itu ia berterus terang, kalau baru tiba dari Jombang, Kamis (5/8/2021) siang.

Sibro bersama 6 anggota komisinya, berangkat Rabu malam dan diterima DPRD Kabupaten Jomban pada Kamis pukul 08.00 WIB. Usai bertemu, Komisi II langsung ke lapangan melihat jalan yang disekat dan pembagian bantuan sosial.

“Usai meninjau ke lapangan, kami langsung pulang. Nih barusan tiba di rumah,” jelasnya.

Saat ditanya kenapa memilih Jombang, Sibro menjawab, Jombang berhasil dalam menangani Covid-19, sehingga trendnya terus menurun. Bahkan, bantuan sosial atyau Jaring Pengaman Sosialnya jalan, jauh sebelum pemerintah menerapkan PPKM. Kuncinya, lanjut Sibro, seluruh Puskesmas di Jombang buka 24 jam.

Selain itu, masyarakat di sana tidak disibukkan urusan administrasi. Pasien Covid-19 langsung ditangani oleh Tenaga Kesehatan (Nakes). Petugas juga tidak mempersulit pemakaman dan disesuaikan dengan permintaan keluarga korban.

“Dimakamkan di pekuburan umum tidak masalah. Yang penting, masyarakat sekitar tidak menolak,” ujarnya.

Yang tak kalah pentingnya soal Bansos. Menurut Sibro kabupaten Jombang melaksanakan atau menggelontor hibah bansos sebelum pemerintah menerapkan PPKM. Anggarannya sudah disipakan bulan Januari. “Anggaran bansos Jombang Rp 33 miliar. Digelontor sejak Januari sampai sekarang,” tambahnya.

Hasil dari studi referensi itu nantinya akan dibawa ke rapat pimpinan. Hasil rekomendasinya akan disampaikan ke eksekutif untuk ditindaklanjuti.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komisi III Agus Riyanto, Menurutnya, studi refereni yang dilaksanakan saat ini sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

Saat ditanya hasilnya? Agus menjelaskan, di dua kabupaten di Jawa Tengah tersebut, penanganan Covid-19 cukup bagus. Penanganan kasus virus corona tidak sampai PPKM level 4, tatapi saat PPKM level 3, sudah bisa diatasi dan trend-nya terus menurun.

“Disini PPKM-nya sampai level 4. Padahal hanya 5 kecamatan. Sragen dan Karanganyar lebih luas loh,” tandasnya.

Tak hanya itu, masyarakat yang melaksanakan atau menjalankan isolasi atau karantina mandiri, lebih terjamin. Kebutuhan, seperti makan, obat dan yang lain dibantu oleh pemerintah setempat, berikut pengawasannya. Agus tidak tahu bagaimana perlakuan Pemkot Probolinggo terhadap masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri.

“Saya tidak tahu persis keterlibatan pemkot. Tapi yang jelas, ada beberapa parpol dan masyarakat sekitar yang membantu makanan. Di sana penanganannya lebih bagus. Jumlah warga yang melakukan Isoman, banyak. Tapi lebih terjamin kesehatannya,” ujarnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *