Melepas Jelak dari Pembatasan Sosial, Komunitas Ini Gelar Ngobar di Sidoarjo

  • Whatsapp
Suasana Komunitas Sahabat Sejati (KSS) saat Ngopi Bareng di kafe Dewi Pandawa, Desa Punokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021) malam.

SIDOARJO, TelisikPos.com – Mulai bosan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, sejumlah orang mengatasnamakan “Komunitas Sahabat Sejati (KSS)” menggelar Ngopi Bareng (Ngobar) di kafe Dewi Pandawa, Desa Punokawan, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/9/2021) malam.

Anggota komunitas ini, dating dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, di antaranya Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Pasuruan.

Dalam momen tersebut, hanya diisi dengan sebatas interaksi sesama anggota, bertegur sapa dan bersenda gurau. Mengingat, hampir dua tahun lebih anggota komunitas ini tidak bertemu. Karena ada regulasi dari pemerintah tentang anjuran stay at home.

Dwi Sofi (38), seorang anggota KSS dari Surabaya mengaku sangat rindu dengan sesama anggotanya karena tidak pernah bertemu hamper dua warsa ini.

“Jauh-jauh dari Surabaya saya sempatkan hadir ke Krian. Demi solidaritas. Banyak manfaat dari perkumpulan ini, selain untuk senam jantung, kita juga bisa berbagi tentang bisnis dan informasi,” katanya.

Senada dengan Umik Masullah, anggota KSS dari Sidoarjo. Ia mengatakan pertemuan tersebut seraya melepas jelak atau jemu karena sudah lama tidak bisa kemana-mana akibat pandemi. “Kita juga berbagi informasi sesama anggota,” tukas Umik Masullah.

Sementara koordinator Komunitas Sahabat Sejati, Saiful Aris menyampaikan, kalau komunitas ini sudah terbentuk sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Dikatakannya, sejauh ini KSS sudah beranggotakan lebih dari 150 orang. Sedangkan, basecamp atau sekretariatnya ada di 3 kabupaten di Jawa Timur.

“Sejak pandemi melanda, kami hanya berinteraksi melalui Grup WhatsApp (WAG). Tidak sampai setengah hari, jumlah chat yang ada di group WA, mencapai ribuan. Saking banyaknya peserta,” cerita Aris, sapaan akrabnya.

Percakapan di WAG, lanjutnya, bersifat positif alias tidak menyimpang dari koridor. Karena sebelumnya, sudah terjalin kesepakatan agar tidak chat yang mengada-ada.

“Anggota grup ini kan juga punya keluarga. Bahkan anggota keluarganya sering berkumpul bersama dengan kita. Sampai detik ini pun rukun-rukun saja tidak pernah ada polemik,” lanjutnya.

Sekedar informasi, basecamp sementara komunitas ini berada di Waduk Longstorage Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. (irw/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *