Minimalisir Penerima Ganda Bansos Corona, Tim12 PP Jombang Desak Pemkab Terapkan Labelisasi

  • Whatsapp
Abdul Ghopar, Ketua Tim12 Covid-19 Pemuda Pancasila (PP) Jombang, didampingi anggota tim usai rapat terbatas.

JOMBANG, TelisikPos.com – Guna meminimalisir penerima ganda dalam bantuan sosial (Bansos) dampak Virus Corona secara ekonomi, Tim12 Covid-19 Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Jombang, mendesak pemerintah setempat agar menerapkan labelisasi pada rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hal ini diungkap Abdul Ghopar, Ketua Tim12 Covid-19 PP Jombang usai rapat terbatas di sekretariat Tim12, Kamis (28/5/2020) siang. Menurutnya, langkah labelisasi ini dinilai cukup efektif, mengacu pada labelisasi pada rumah KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PKH, atau program sosial lain, sebelum mewabahnya virus Corona.

Bacaan Lainnya

“Pemberian label pada rumah KPM untuk Bansos dampak Covid-19 ini kami rasa cukup efektif, untuk menghindari adanya penerima lebih dari satu sumber bantuan. Warga setempat pun bisa langsung melakukan pengawasan. Untuk teknisnya, terserah pemerintah, apakah pakai stiker seperti sebelumnya, atau dicat atau cara lain, silakan,” ungkap Ghopar.

Dikatakannya, pencairan bansos dampak Covid-19 di Kabupaten Jombang, tidak menutup kemungkinan terjadi penerima ganda. Yakni, satu keluarga mendapatkan bansos lebih dari satu sumber bantuan.

“Kalau mengacu pada aturan, satu KK (Kartu Keluarga) terdampak Corona mendapatkan bantuan dari salah satu sumber bantuan. Bisa dari sumber Pemkab Jombang, atau Provinsi Jatim, atau BLT-DD atau BST Kemensos,” katanya.

Ghopar menyebut, informasi yang didapatnya dalam rapat terbatas itu, jumlah KPM yang menerima lebih dari satu sumber bantuan, alias bantuan ganda dalam satu KK, mencapai hingga ribuan. Ia menilai, akibat dari data penerima ganda sumber bansos tersebut, menjadi salah satu penyebab distribusi bansos masih tidak merata di Kabupaten Jombang.

“Ini salah satu pemicu, di mana yang harusnya layak menerima bantuan malah tidak mendapatkannya. Ya karena kuotanya sudah terserap oleh satu keluarga tapi mendapatkan bantuan lebih dari satu sumber,” ungkap dia tanap menyebut angka pasti terkait data penerima ganda sumber bansos yang dimaksud.

Selain itu, lanjutnya, dalam rapat tersebut juga membahas data pengaduan yang masuk di Tim12 Covid-19 PP Jombang, terkait warga Jombang yang belum mendapatkan bantuan sama sekali.

“Kita masih mengumpulkan pengaduan ini. Dalam waktu dekat, kita akan menutup pengaduan tahap pertama. Selanjutnya, kita akan ambil langkah strategis soal warga Jombang yang belum mendapatkan bantuan sama sekali ini. Dan pengaduan tahap kedua, akan kami buka kembali,” pungkasnya. (an/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *