Molor Hingga Akhir Tahun, Proyek Drainase Jalan Pahlawan Jombang Masih Dikerjakan

  • Whatsapp
Kondisi proyek drainase/trotoar Jalan Pahlawan Jombang, yang masih dikerjakan pada Selasa (31/12/2019),

JOMBANG, TelisikPos.com – Pergantian tahun tinggal menunggu hitungan jam atau Selasa (31/12/2019) siang, proyek drainase/trotoar Jalan Pahlawan, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, ternyata masih belum seratus persen selesai.

Tampak di lokasi ini, sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan panambalan dan perbaruan di sejumlah titik bagian selatan jalan hingga dekat traffic light. Selain itu, bahan material berupa semen, pasir juga diletakkan di trotoar tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Jombang, Lutfi Kurniawan, saat dimintai konfirmasi terkait hal ini mengatakan, sudah memanggil pihak Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang untuk hearing. “Katanya Dinas Perkim, selesai Minggu (29/12/2019),” jawabnya melalui aplikasi WhatsApp, belum lama ini.

Belum rampungnya proyek ini, mendapat perhatian serius di kalangan pengusaha kontruksi di Jombang. Seperti dikatakan salah satu kontraktor, pekerjaan bisa dikatakan selesai seratus persen, jika seluruh item pada RAB (rancangan anggaran biaya) proyek, sudah dikerjakan.

“Itu selain pembersihan. Karena item pembersihan tidak ada dalam RAB,” katanya, sembari berpesan agar namanya tak disebutkan.

Dirinya menjelaskan, semua proyek pemerintah biasanya selesai dikerjakan maksimal tanggal 20 hingga 27 Desember setiap tahunnya. Mengingat, masa serah terima dan pencairan dana proyek membutuhkan proses. Selain itu, juga akan tutup buku anggaran.

“Proses P1 atau serah terima dari kontraktor ke pejabat pembuat komitmen (PPK) dinas terkait, itu butuh proses. Apalagi proyek di Jombang tidak hanya satu, melainkan banyak. Antreannya juga panjang,” bebernya.

Kondisi demikian, dirinya mengaku khawatir adanya permainan pada progres pekerjaan. Mengingat pengajuan serah terima dari kontraktor harus berdasarkan fakta progres di lapangan yang sudah mencapai seratus persen.

“Seumpama, katakanlah proyek selesai seratus persen pada 31 Desember, kan pengajuan P1-nya tanggal 31 Desember juga. Tapi, nggak mungkin karena sudah tutup anggaran. Bisa dipastikan pengajuan itu sebelum tanggal 31 Desember, kan ini namanya pembohongan publik,” bebernya.

Harusnya, jika suatu pekerjaan diprediksi tidak mencapai 99 persen di antara tanggal 20 hingga 27 Desember, dinas terkait harus tegas terhadap kontraktor sebagai pelaksana proyek. Yakni melakukan langkah pemutusan kontrak. Hal ini dilakukan, agar tidak terjadi pembohongan publik yang bisa diusut secara hokum dan merugikan negara.

“Tapi dinas Perkim Jombang tidak melakukan pemutusan kontrak, dan blacklist terhadap pelaksana proyek. Pertanyaan selanjutnya, ada apa dengan dinas Perkim Jombang?,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Jombang, Heru Widjajanto, belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diunggah. Kendati begitu, wartawan media ini masih berusaha mengkonfirmasi terkait pekerjaan proyek yang masih dikerjakan pada akhir tahun. (rud/fan)

Baca Sebelumnya: Proyek Drainase Jalan Pahlawan Jombang Terancam Molor, Kadis Perkim Sebut Sebab Hujan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *