Nyambi Edar Ribuan Pil Dobel L, Penggembala Kambing di Lamongan Ditangkap

  • Whatsapp
Ketiga tersangka pengedar pil dobel L, saat menjalani pemeriksaan polisi.

LAMONGAN, TelisikPos.com – Seorang bandar pil dobel L berinisial DB (19) warga Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, ditangkap petugas Satresnarkoba Polres Lamongan.

Selain menjadi pengedar, pria yang sehari-harinya sebagai penggembala kambing ini, sejak beberapa tahun terakhir ini mengkonsumsi barang terlarang tersebut.

Bacaan Lainnya

Penangkapan DB, berawal dari kecurigaan polisi terhadap pelaku berinisial MA (22) asal Desa Sumberbanjar, Kecamatan Bluluk, Lamongan, yang diduga tengah melakukan transaksi narkoba di salah satu cafe di Jalan Raya Babat.

Polisi kemudian menangkap pelaku MA dan mendapatkan 500 butir pil dobel L yang dikemas dalam kantong plastik berwarna hitam. Dari situ, petugas kemudian mengembangkan kasus ini dan menangkap tersangka lainnya berinisial RL (19).

Tersangka RL, ditangkap di kediamannya Desa Pasar Legi, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Setelah dilakukan pengembangan, petugas kemudian mengamankan DB.

“Tiga tersangka kini kita amankan. Ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap salah satu tersangka. Dan benar, setelah ditangkap kita berhasil mengamankan ribuan pil dobel L,” kata Iptu Ahmad Husein, Kasat Reskoba Polres Lamongan.

Dari tangan ketiganya, polisi mengamankan barang bukti yakni 5.600 butir pil dobel L, dan uang ratusan ribu rupiah diduga hasil transaksi penjualan pil dobel L.

Kepada petugas, DB mengaku terpaksa menjadi bandar barang terlarang itu, karena tergiur keuntungan.

“Pekerjaan jadi pengembala kambing pak. Jadi pengedar karena tergiur keuntungan besar dan pil dobel L bisa ikut saya konsumsi sendiri,” kata DB saat diperiksa, Jumat (25/10/2019) sore.

Atas perbuatannya, polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan JO pasal 55 ayat (1) (1e) KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar lebih.

“Kita juga masih melakukan pengembangan guna mencari jaringan lain atau pemasok pil dobel L kepada tersangka DB,” ucapnya. (fan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *