Pasar Peterongan Ditutup 3 Hari, IDI Jombang Rekom Diperpanjang 14 Hari

  • Whatsapp
Surat Rekomendasi soal perpanjangan penutupan Pasar Peterongan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, yang beredar di Medsos.

JOMBANG, TelisikPos.com – Pedagang Pasar Peterongan, Kabupaten Jombang, tampaknya harus gigit jari jika Surat Rekomendasi (SR) dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang, disetujui dan diterapkan oleh Bupati Jombang.

Betapa tidak, SR yang beredar luas di media sosial (Medsos) Facebook, WAG, IG dan Twitter itu, merekomendasi agar Pemkab Jombang memperpanjang masa penutupan pasar tradisional berlokasi Jalan Raya Desa Peterongan ini, selama 14 hari.

Diketahui, SR bernomor 013/VI/SATGAS.IDI-JMB/2020 tertanggal 14 Juni 2020 itu ditujukan kepada Bupati Jombang, selaku Ketua Gugus Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Dan SR ini dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jombang, dr Ahmad Iskandar Zulkarnain,

“Benar, surat tersebut adalah rekomendasi ke Gugus Tugas. Sebenarnya surat itu bersifat tertutup dengan tujuan agar tidak terjadi saling tuding, Yang merekomendasikan adalah Satgas kami. Mohon maaf, mungkin Bagian Humas kami kurang hati-hati,” kata dr Ahmad Iskandar Zulkarnain, saat dikonfirmasi melalui Aplikasi WhatsApp. Jumat (5/6/2020).

Ada beberapa point dalam surat rekomendasi GTPP Satgas IDI Jombang. Selain menyarankan Pemkab melakukan perpanjangan masa penutupan selama 14 hari, mereka juga meminta dilakukan penyemprotan disinfektan di seluruh bagian pasar dan sekitarnya.

Juga, memperbanyak sarana cuci tangan di beberapa titik, serta skrining dan tracing dilakukan lebih massif kepada para pedagang dan kontak erat dari PDP (Pasien Dalam Pemantauan) maupun kasus konfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, tata cara saat dibukanya pasar Peterongan, harus ada pengaturan, pengendalian dan pengawasan, di antaranya mengurangi akses pintu keluar masuk, penempatan petugas pengawas di pintu keluar masuk dan di beberapa titik pelaksanaan protokol kesehatan, menginstruksikan kepada penjual dan pembeli untuk senantiasa menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun, dan jaga jarak (physical distancing).

Juga melarang pengunjung pasar masuk pasar bila tidak bermasker, peringatan berupa teguran hingga larangan berjualan bagi penjual yang melanggar protokol pencegahan. Dan hal tersebut dilakukan secara berkala.

Sebagai informasi, Pasar Peterongan ditutup selama 3 hari mulai Kamis tanggal 4 hingga Sabtu tanggal 6 Juni 2020, Penutupan ini berdasarkan Surat Edaran nomor 593/2364/415.32/2020. Alasannya, karena ada pedagang setempat terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasar tradisional ini akan dibuka kembali dengan sistem ganjil genap. Yakni, para pedagang diperbolehkan berjualan secara bergiliran, di mana setiap lapak akan beri nomor giliran ganjil dan genap. (an/tp)

Baca sebelumnya: Tiga Pedagang Positif Corona, Pasar Peterongan Jombang Ditutup 3 Hari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *