Pemadaman PJU di Kota Probolinggo, Diperkirakan Hemat Tagihan Puluhan Juta

  • Whatsapp
Rabu kemarin dipadamkan, Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Panglima Sudirman dinyalakan lagi, Kamis (8/7/2021)

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Pemadaman Penerangan Jalan umum (PJU) di Kota Probolinggo, berdampak positif. Pemkot Probolinggo bisa menghemat anggaran sekitar Rp 20 jutaan. Pembayaran PJU yang awalnya Rp 1.111.000.000, bulan berikutnya turun menjadi Rp 1.079.000.000.

Tak hanya akibat penerapan PPKM, tagihan listrik PJU menurun juga karena penertiban meter di wilayah Kecamatan Mayangan. Penghematannya sekitar Rp 10 sampai Rp 12 juta setiap bulan. Jika ditotal, maka pembayaran PJU untuk Juli turun sekitar Rp 32 jutaan.

Hal tersebut diungkap Agus Effendi kepala Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, Selasa (17/08/21) siang. Disebutkan, penurunan tagihan Juli karena sekitar 70 persen PJU dipadamkan, akibat penerapan PPKM. Untuk Juli, PJU dipadamkan sekitar 3 minggu yakni, mulai tanggal 6 hingga 31 Juli.

“Kan PPKM Darurat dimulai 3 Juli. PJU kami padamkan mulai 6 Juli. Jadi hanya tiga minggu, ujarnya.

Menurut Agus, turunnya tagihan PJU hanya perkiraan saja. Pihaknya belum menghitung jumlah penurunan pastinya. Yang jelas, katanya, tidak jauh dari angka tersebut.

“Pastinya masih kita hitung. Itu perkiraan sementara,” kata mantan Kepala Dinas Satpol PP ini ke sejumlah wartawan.

Untuk pembayaran Agustus, lanjut Agus, belum diketahui. Mengingat saat ini bulan Agustus sedang berjalan. Ia juga tidak tahu, apakah PPKM Darurat akan diperpanjang lagi hingga akhir Agustus.

“Kita tunggu pemerintah pusat. Kalau PPKM diperpanjang, ya PJU tetap kita padamkan,” tambahnya.

Dijelaskan, PJU yang dipadamkan selama PPKM Darurat tidak seluruhnya. Tetapi hanya 70 persen, sedang 30 persen tetap menyala. Terutama di luar jalur kota yang dilalui kendaraan besar atau berat.

“Jalan Raya Bromo, jalan Profesor Hamka dan Jalur Lingkar Utara (JLU) tidak kita padamkan,” tandasnya.

Pembayaran tagihan listrik turun, juga karena pihaknya bersama UPT PLN Probolinggo dan Cabang Pasuruan, melakukan penertiban meter. PJU yang ditertibkan yakni, penerangan jalan atau fasilitas umum lainnya yang dipasang warga. Kebanyakan, penerangan yang dipasang warga tanpa izin, tidak bermeter.

“Kita tertibkan dengan cara diberi meter. Kalau liar, bayarnya ke PLN mahal. Karena hanya perkiraan. Kalau ada meternya, kan jelas jumlah pemakiannya,” lanjutnya.

Tak hanya Kecamatan Mayangan, di wilayah 4 kecamatan lainnya, juga akan ditertibkan. Alasannya, penerangan umum yang tidak bermeter juga ada di kecamatan tersebut. Hal itu dilakukan, untuk mengurangi beban tagihan.

“Kalau ada meternya kan jelas. Dan harga per meternya lebih murah dibanding dengan penerangan yang dipasang liar tanpa meter,” pungkasnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *