Pembahasan Refocusing Perdin DPRD Kota Probolinggo Tak Hasilkan Sesuatu

  • Whatsapp
Suasana rapat pembahasan refocusing perjalanan Dinas DPRD Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – DPRD Kota Probolinggo belum memastikan jumlah anggaran Perjalanan Dinas (Perdin) yang bisa direfocusing untuk percepatan penanganan Covid-19. Alasannya, besaran anggarannya masih akan dibicarakan di rapat pimpinan.

Hal tersebut diketahui saat rapat antara Wali Kota dengan pimpinan DPRD setempat, Senin (7/12/2021) siang. Sehingga pertemuan antara ekskutif dan legislatirf yang berlangsung di gedung Comand Centre (dulu Shaba Bhina Praja) kantor Wali Kota, belum menghasilkan apa-apa.

Padahal Pemkot Probolinggo berkeinginan agar DPRD menyebut jumlah anggaran Perdinnya yang bisa direfocusing. Mengingat, anggaran refocusing yang disediakan Pemkot, hampir habis dan masih kurang. Hanya saja, Pemkot tidak menjelaskan angka kekurangan pastinya.

Tak hanya itu, Pemkot juga menyayangkan ketidakhadiran dua pimpinan yakni, Wakil Ketua 1 Abdul Harus Nasution dan Wakil Ketua II Fernanda Zulkarnain. Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdullah Mujib berterus terang, dua pinpinan tidak hadir lantaran ada kepentingan pribadi dan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.

Meski hanya Ketua DPRD saja yang hadir, pertemuan yang dihadiri Sekretaris Dewan (Sekwan), Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Hj Ninik tetap digelar. Dalam pertemuan singkat itu, Wali Kota Hadi mengatakan, seluruh pimpinan diundang.

“Bukan hanya ketua yang kami undang. Wakil Ketua 1 dan II juga kami beri undangan. Kami kirim undangannya, Jumat kemarin,” tegas Hadi.

Bahkan, pihaknya juga menulis agenda pertemuan yakni tentang refocusing Perdin DPRD. Namun sayang, lanjut Wali Kota Hadi, kedua Wakil Ketua tidak hadir dan DPRD belum memutus jumlah anggaran Perdinnya yang direfocusing.

“Ada jeda waktu untuk membahas refocusing. Tapi itu tidak dilakukan, sehingga dewan belum menentukan jumlah anggaran perdinnya yang direfocusing,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Hadi juga menjelaskan dana refocusing untuk Kesehatan (penanganan kesehatan) Bantuan Sosial dan Ekonomi. Di antaranya, pendirian rumah sakit darurat di areal Rusunawa Mayangan, berikut sarana dan prasarana (alat) kesehatan dan obat-obatan.

“Untuk kebutuhan kesehatannya saja Rp 12,5 Miliar. Belum termasuk pengadaan tabung oksigen dan ventilator,” sebutnya.

Ditambahkan, anggaran untuk penanganan Covid-19 menurut hitungan sementara sebesar Rp 16,5 milir, bahkan bisa lebih. Dana sebanyak itu untuk biaya penanggulangan penyebaran virus sampai Desember 2021.

“Anggaran yang dibutuhkan banyak. Karena jumlah yang terpapar tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Anggaran ini juga untuk petugas (Nakes) dan operasi yustisi. Di tingkat RT juga ada petugas. Itu juga butuh biaya,” pungkasnya.

Usai pertemuan, Abdul Mujib mengatakan, pada prinsipnya siap anggaran Perdinnya direfocusing untuk penanganan Covid-19. Karena untuk kemaslahatan dan kepentingan masyarakat. Hanya saja, pihaknya belum bisa menentukan besaran refocusingnya.

“Masih perlu kita bicarakan dengan teman-teman. Dis isi lain, kita punya program yang harus dijalankan dan tidak boleh ditinggalkan,” ungkapnya.

Tentang ketidakhadiran dua wakilnya, Mujib mengatakan, sebelum berangkat ke Puri Menggala Bhakti, pihaknya sudah berbicara dengan wakilnya. Namun, karena alasan keperluan pribadi dan keluarga, mereka tidak hadir.

Soal anggaran DPRD yang akan direfocusing, “Ya, salah satunya dari anggaran Perdin,” katanya sebelum meninggalkan tempat rapat. Kan masih dan tercorona dan penyekita lainnya

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kota Probolinggo, Teguh Bagus Sujarwo menyebut, anggaran dewan tahun ini sudah direfocusing sebesar Rp 2,5 Miliar. Saat ini sisa anggaran Perdin Rp 5,6 Miliar yang akan digunakan untuk Perdin mulai Agustus hingga Desember.

“Soal berapa yang akan direfocusing, kami serahkan ke DPRD. Kami kan hanya Sekwan. Kepala OPD kami, 30 orang yang duduk di dewan. Kalau tentang biaya perdin Dewan setiap bulannya Rp 1 miliar,” ujarnya singkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *