Pemilik Asyik Nonton Piala Eropa, Dua Sapi Piaraannya Hilang

  • Whatsapp
Ahmad saat berada di kandang sapinya yang hilang dicuri maling.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Rumah Ahmad (41) di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, disatroni komplotan pencuri, Rabu (30/06/21) sekitar pukul 03.30 WIB. Dua ekor sapi di kandangnya seharga Rp 30 juta, hilang.

Peristiwa tersebut diungkap Ahmad, Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, saat dikonfirmasi di rumahnya, blok Mortantoh, RT 2 RW 2, Jalan Bengawan solo, Gang Ky Amin, Kelurahan setempat.

Disebutkan, kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB, saat dirinya nonton pertandingan Piala Eropa babak 16 besar, yakni Ukraina melawan Swedia yang berakhir dengan skor 2 : 1 untuk kemenangan Ukraina.

Ahmad mengaku, sekitar pukul 00.00 WIB memberi makan sapinya di kandang yang jadi satu dengan dapurnya. Setelah pukul 01.00 WIB, ia menunaikan salat malam yang diteruskan mengaji.

Ia mengaku, sekitar pukul 02.30 WIB mendengar bunyi glodag, Namun, ia tetap melanjutkan nonton sepakbola Piala Eropa di layar kacanya. Mengingat, suara seperti itu setiap malam didengarnya, ketika sapinya bangun atau berdiri.

“Saya nggak curiga karena sudah biasa. Kalau sapi bangun, memang bunyi glodakan. Kan landasan atau lantai kandang dari bambu,” jelasnya.

Namun, saat dilihat usai pertandingan sepakbola sekitar pukul 03.30 WIB, dua ekor sapinya sudah tidak ada. Dikatakan, pelaku masuk kandang dengan cara membobol salah satu papan kayu pintu. Kemudian pelaku memasukkan tangannya untuk membuka kancing atau grendel pintu.

“Lewat sini. Ini pintunya dibobol. Tangannya dimasukkan untuk membuka grendel,” ungkap Ahmad ambil mempraktekkan.

Ahmad mengaku, sempat mencari dengan cara mengikuti jejak kaki sapi. Namun upaya yang dilakukan bersama keluarga dan tetangga, tidak menuai hasil. Jejak sapi hilang di utara pemakaman Cina yang jarak dari rumahnya sekitar 1 kilometer-an tersebut.

Karenanya, korban menghentikan pencariannya. “Karena nggak ada lolosnya atau jejaknya, kita balik,” katanya.

Saat ditanya apakah sapi diangkut atau dinaikkan ke kendaraan atau mobil? Ahmad menjawab tidak tahu. Yang pasti, lanjutnya, dari rumahnya dibawa kabur dengan cara dituntun.

“Nggak tahu, pokonya dari sini (rumah) jalan kaki sampai di utara makam Cina,” tambahnya.

Disebutkan, dua ekor sapi yang dicuri, salah satunya milik saudaranya bernama Samat. Sementara sapi yang berukuran lebih kecil, milik Ahmad. Ia membeli sapi seharga Rp 13 juta tersebut, seminggu lalu. Dibeli dari sisa uang, hasil penjualan sapi sebelumnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *