Pemuda di Jombang Tega Cabuli Keponakannya Sendiri yang Masih Balita

  • Whatsapp
Ilustrasi

JOMBANG, TelisikPos.com – Entah apa yang ada di dalam benak AS (21), pemuda asal Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur, hingga tega mencabuli ZS, yang tak lain keponakannya sendiri. Lebih lagi, ZS masih balita.

Akibat perbuatannya, pria yang sehar-hari bekerja sebagai pemasang sound system ini diringkus petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti mengatakan, peristiwa asusila itu terjadi pada sore, sekitar satu tahun lalu. Saat itu, korban sedang bermain ke pamannya. Sementara ayah korban, sedang dirawat di rumah sakit lantaran sakit.

Saat bermain di rumah pelaku itulah, pikiran bejat pelaku muncul. Sejurus kemudian, pelaku mengikat kedua tangan korban dengan jilbab atau kerudung milik korban.

“Dalam kondisi itulah, pelaku kemudian melakukan aksi tak terpujinya dengan menjilati seluruh bagian tubuh korban termasuk alat vitalnya,” terang Dwi Retno.

Terbongkarnya kasus pencabulan yang menimpa balita ZS ini, setelah orang tua korban menaruh curiga karena buah hatinya terus mengeluhkan rasa sakit pada bagian alat vitalnya, saat buang air kecil.

Kedua orang tua korban pun menanyai puteri kecilnya itu. “Setelah ditanya, ia menjawab bahwa AS nakal,” kata Retno.

Untuk memastikan kecurigaannya, orang tua korban sempat memeriksakan ZS ke dokter. Tak hanya itu, jawaban sang buah hatinya, juga membuat pihak keluarga melakukan mediasi disaksikan perangkat desa setempat. Namun pelaku tetap tak mau mengakuinya.

“Karena tak ada hasil dalam mediasi itu. Orangtua korban kemudian melaporkan peristiwa yang menimpa puteri kecilnya itu ke Polres Jombang, pada 27 Desember 2019,” ucanya.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di sel tahanan Polres Jombang guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hingga 15 tahun penjara, jika terbukti bersalah,” pungkas Retno. (fan/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *