Penggusuran Lahan sebagai Alternatif Antisipasi Banjir, Efektifkah?

  • Whatsapp
Vena Syaharani.

Oleh: Vena Syaharani
(Mahasiswi Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Islam Malang)

KERAPKALI kita melihat berita dari media elektronik dan online bahkan di media cetak, bahwa penggusuran lahan sudah seperti hal yang tampak sangat biasa dilakukan oleh pemerintah guna memenuhi rencana pengimplementasian suatu tujuan tertentu yang sudah ditetapkan di pusat. Tak jarang, penggusuran lahan biasanya menimbulkan kontra yang berujung mengarah ke negatif, karena identik dengan pemaksaan dan pengusiran yang berujung kepada konflik.

Bacaan Lainnya

Antisipasi banjir dengan menggusur bangunan serta tempat usaha yang berada di wilayah Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. khususnya di daerah Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di daerah ini, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pengepul barang bekas yang sudah puluhan tahun bertempat tinggal di sana. Mungkinkah cara penggusuran lahan bisa efektif sebagai alat antisipasi banjir? Apakah langkah ini dinilai baik untuk kedepannya?

Penggusuran lahan dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menertibkan suatu area yang dianggap tidak sesuai kegunaan atau fungsinya. Dan hal ini selalu menjadi momok bagi warga yang sedang menggunakan area atau lahan tersebut untuk berjualan, berdagang, dan melakukan banyak kegiatan yang lain. Dikarenakan lahan yang mereka gunakan untuk berjualan, berdagang atau melakukan kegiatan yang lain tersebut berada di tempat umum strategis yang dirasa mampu menghasilkan uang yang lebih banyak karena tempat mereka berkegiatan dekat dengan keramaian, tidak jarang menimbulkan kemacetan di jalan karena membludaknya pelanggan untuk membeli sesuatu dari pedagang di area tersebut.

Pihak pemerintah mengaku telah menemui warga yang terdampak penggusuran untuk berkoordinasi dan melakukan sosialisasi terkait penggusuran lahan sejak tanggal 18 September 2019. Tapi, menurut beberapa warga yang diwawancarai oleh media online maupun cetak, hal ini mereka yakini sebagai suatu kebohongan. Bahwasanya mereka yang terdampak penggusuran tidak menerima bentuk kunjungan apapun dari mereka.

Seperti yang kita tahu, lahan yang digusur ini adalah sebuah kawasan tempat usaha yang mana menjadi mata pencaharian mereka untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Tetapi dengan sikap pemerintah yang seperti ini membuat masyarakat menjadi enggan pindah dari tempat tinggal mereka yang meskipun juga pemerintah telah berjanji untuk memindahkan mereka ke rusun marunda sebagai ganti rugi untuk tempat tinggal pengganti rumah mereka yang sudah digusur.

Menurut penulis, penggusuran lahan yang dilakukan pemerintah di daerah Sunter tersebut tidak efektif, dikarenakan penanganan antisipasi banjir, menurut penulis, masih banyak cara yang lebih efektif dibandingkan hanya dengan penggusuran lahan. Karena penggusuran ini hanyalah menyebabkan masyarakat menjadi tidak nyaman, kehilangan mata pencaharian dan juga jika mendirikan tempat usaha pengepulan barang bekas yang baru perlu modal yang besar, serta keefektifan waktu menjadi terganggu karena tempat yang biasanya dekat dengan masyarakat yang ingin mengepulkan barang bekas milik mereka untuk dijual di tempat ini menjadi jauh dan memakan waktu yang relatif cukup lama untuk bisa sampai di tempat pengepulan barang bekas yang baru.

Dan juga dari sisi keefektifan waktu untuk anak-anak berangkat sekolah juga bisa lebih jauh dari tempat tinggal mereka dengan orang tuanya yang bertempat tinggal di daerah yang sama. Jika pun pemerintah ingin benar-benar mengganti rugi, alangkah baiknya jika memperhatikan aspek keefektifan waktu untuk aspek-aspek terkecil yang sudah disebutkan di atas, dan diberikan modal yang besar untuk mendirikan tempat baru untuk pengepulan barang bekas mereka di dekat rusun atau berjarak dekat dengan semua tempat yang mencakup sumber ekonomi masyarakat. Baik pasar, sekolah, jalan yang dilalui angkutan umum untuk keefektifan waktu masyarakat yang terdampak dari penggusuran lahan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *