Opini  

Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Siswa yang Berpengaruh Terhadap Prestasi

Anggun Claudya Febriana

Oleh: Anggun Claudya Febriana *)

SETIAP individu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan dan kekurangan ini disebut keunikan, yang membedakan individu satu dengan individu lainnya. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki kepribadian, inteligensi, jasmani, sosial, dan emosi yang berbeda. Ada yang lambat dan ada yang cepat dalam menangkap informasi atau belajar. Ada yang sesuai dengan gaya belajar tertentu dan ada yang tidak sesuai dengan gaya belajar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa setiap siswa mempunyai kemampuan dan cara belajar yang berbeda-beda.

Gaya belajar merupakan cara tercepat dan terbaik yang dimiliki individu dalam menerima, menyerap, mengatur, dan mengolah informasi yang diterimanya. Secara umum gaya belajar dibedakan menjadi tiga yaitu gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Gaya belajar berperan penting dalam pendidikan, terutama pada proses kegiatan belajar mengajar. Prestasi belajar yang diperoleh siswa susuai dengan bagaimana siswa melakukan kegiatan belajar mereka yang akan memberi dampak positif dalam belajarnya.

Banyak problem mengenai kegagalan siswa dalam menerima informasi disebabkan ketidaksesuaian gaya belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus guru dalam mengajar harus memperhatikan dan mengetahui gaya belajar siswa. Dengan mengenali gaya belajar siswa, guru dapat merancang kegiatan pembelajaran dengan beragam model, strategi, dan metode yang sesuai. Beragam kegiatan pembelajaran ini akan menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan siswa. Tentunya juga memudahkan siswa dalam menyerap informasi sehingga meningkatkan minat dan prestasi belajarnya.

Setiap guru harus mengetahui gaya belajar semua siswanya. Gaya belajar mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, prestasi, dan hasil belajar siswa. Ada berbagai cara untuk mengenali gaya belajar siswa, yaitu dengan pengamatan langsung, observasi secara mendetail, atau dengan memberikan angket kepada siswa tetapi untuk kelas tinggi saja. Observasi secara mendetail terhadap siswa bisa dilakukan dengan melalui penggunaan berbagai metode pembelajaran di kelas.

Fenomena yang terjadi di Indonesia memperlihatkan penggunaan teori gaya belajar di sekolah belum diterapkan. Sebagian besar guru masih menerapkan metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran. Banyak yang masih berpusat pada guru dan menggunakan metode klasik seperti ceramah dan hanya menggunakan buku sebagai sumber belajar. Akibatnya saat guru hanya menggunakan metode ceramah ada siswa yang mendengarkan dan ada siswa yang tidak mendengarkan, sibuk sendiri, atau bahkan jalan-jalan. Hal itu karena gaya belajarnya yang tidak sesuai dengan cara guru mengajar.

Selain itu, ada juga guru yang mungkin tidak mengenali atau memahami karakter siswanya. Tidak mengenali gaya belajar masing-masing siswa, bahkan tidak tahu cara mengajar yang tepat sesuai karakteristik dan gaya belajar mereka. Padahal memahami gaya belajar siswa merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh dalam siswa menerima informasi dari guru.

Dalam kegiatan pembelajaran, melibatkan gaya belajar anak dalam merancang proses pembelajaran sangatlah penting. Dengan mengenali gaya belajar setiap siswa, guru diharapkan akan menetapkan tujuan yang dapat diaplikasikan kepada semua siswa, memilih materi sesuai kemampuan dan pengetahuan siswa, menggunakan metode pembelajaran yang memungkinkan untuk menerapkan semua gaya belajar.

*) Penulis adalah Mahasiswi program studi (Prodi) PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. NIM: 202110430311092

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.