Penyekatan Jalan di Kota Probolinggo Diperluas, PJU Dipadamkan

  • Whatsapp
Kondisi jalan Soekarno Hatta, perempatan Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Tak hanya pemadaman penerangan jalan umum (PJU), penyekatan di Kota Probolinggo, diperluas. Jika sebelumnya jalan KH Mansyur utara Alun-alun terbuka, kini ditutup untuk semua jenis kendaraan. Begitu juga dengan jalan HOS Tjokroaminoto.

Tak hanya itu, perempatan Kelurahan pilang yang sebelumnya dibuka, kini disekat alias ditutup. Sepanjang hari, seluruh jenis kendaraan roda empat, tidak bisa masuk. Yang bisa meneruskan perjalanan di Jalan Soekarno-Hatta hanya kendaraan roda dua.

Untuk jalan depan Stasiun Kereta Api (KA) atau KH Mansyur ditutup 24 jam untuk seluruh kendaraan, Sedang jalan Tjokroaminoto ditutup mulai pukul 20.00 WIB dan pagi hingga sore hari terbuka.

Kasat Polres Probolinggo Kota AKP Roni Faslah membenarkan, perluasan penyekatan jalan tersebut. Hal itu dilakukan, karena aktivitas kegiatan masyarakat masih tinggi, meski di sejumlah jalur sudah disekat. Tak hanya Kota Probolinggo, Kota dan kabupaten di tapal kuda, juga demikian.

“Sempat ditegur sama pemerintah pusat karena aktivitas warga masih tinggi. Ya, akhirnya kami tambah jalan yang disekat,” ujarnya.

Penyekatan dilakukan, agar warga atau pengendara tidak masuk ke kota untuk menghindari kerumunan. Sehingga berpotensi akan menambah jumlah penderita Covid-19 Terutama di toko serba ada (Toserba) dan supermarket dan restoran atau rumah makan.

“Kami tidak ingin ada lonjakan Covid-19. Makanya, penyekatan diperluas,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Agus Effendi mengatakan, kalau Pemkot ditegur oleh pusat saat video conference, soal aktivitas warga di malam hari. Dikatakan, jalur perkotaan di malam hari tetap ramai meski di beberapa ruas jalan disekat. Salah satu penyebabnya, karena jalanan masih terang-benderang.

Karena itu, Dishub kemudian memadamkan kembali jalur-jalur yang biasa dilalui warga menuju tempat kerumunan. Bahkan, jalan Soekarno-Hatta yang awalnya terang, Penerangan Jalan Umum (PJU) nya turut dimatikan atau padam.

“Pemerintah pusat tahunya dari pantauan satelit. Wilayah kita terlihat terang benderang. Makanya kami padamkan,” jelasnya, Kamis (15/07/21).

Upaya itu dilakukan, agar status zona hitam berubah menjadi kuning. Disebutkan, pemerintah pusat telah menetapkan aktivitas masyarakat Kota Probolinggo, hitam. Mengingat, aktivitas dan kegiatan warga setelah pukul 20.00 WIB tetap ramai.

“Ini status untuk aktivitas warga loh, bukan status Covid-19. Kalau nanti zonanya sudah kuning, ya kami nyalakan,” pungkasnya

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menegaskan, upaya penyekatan dan pemadaman di sejumlah ruas jalan dalam rangka upatya pemerintah mengurangi atau menurunkan jumlah warga yang terpapar Covid-19.

“Tanggal 10 Juli kemarin jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 321 pasien. Tanggal 13 juli turun menjadi 248 orang,” tegas Hadi.

Hal itu membuktikan, upaya penyekatan dan pemadaman PJU yang dilakukan Pemkot besama Polresta dan TNI, berhasil. Selain itu upaya penyekatan dan pemadaman dilakukan, karena usaha sosialisasi, operasi dan imbauan selama ini tidak diindahkan oleh masyarakat.

“Selama satu tahun kami melakukan sosialisasi, imbauan dan operasi. Kami bubarkan kerumunan, kami melakukan operasi. Setelah petugas pulang, warga balik lagi. Pemadaman dan penyekatan langkah yang paling efektif,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *