Perkara Dugaan Asusila MSA, Pesantren Siddiqiyah: “Tuduhan Pelapor adalah Fitnah Keji”

  • Whatsapp
M Soleh, Humas Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang.

JOMBANG, TelisikPos.com – Kasus dugaan asusila yang menjerat MSA (39) salah satu pengurus Pesantren Majmaal Bahrain Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya ditanggapi pihak pesantren setempat.

Melalui Humas Pesantren Shiddiqiyyah, Muchammad Soleh membantah kebenaran kasus itu. Dalam lembaran rilis yang ditulis juga disebutkan, laporan polisi yang dibuat oleh NA gadis asal Jawa Tengah sekaligus santri di Pesantren setempat yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan MSA, hanyalah fitnah.

Bacaan Lainnya

“Semua tuduhan pelapor adalah fitnah dholalah, fitnah yang keji. Saya haqqul yaqin apa yang dituduhkan oleh pelapor itu tidak benar, dan tidak terjadi di pesantren Majmaal Bahrain
Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah, DesaLosari, Ploso, Jombang,” kata Soleh, dalam keterangan resminya, Rabu (15/1/2020).

Soleh menandaskan, tuduhan dalam pelaporan tersebut adalah hasil persekongkolan jahat yang sengaja dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengkriminalisasi pesantren dan menghancurkan nama baik pesantren.

Sebelumnya, bantahan ini juga sudah dituangkan dalam aksi yang digelar oleh ratusan murid dan santri Pesantren Shiddiqiyyah di Mapolres Jombang, pada Selasa 14 Januari 2020 kemarin.

Soleh menjelaskan, aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya upaya pihak-pihak tertentu yang mereka nilai ikut campur dalam persoalan yang saat ini ditangani Polres Jombang. Dia juga berharap, kasus ini mengalir sesuai prosedur hukum yang berlaku dan tidak diintevensi oleh pihak manapun.

“Mereka yang ikut campur ini, tidak mempunyai sangkut paut sama sekali. Mereka bukan keluarga baik dari pihak pelapor maupun pihak terlapor,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono membenarkan bahwa kasus ini hingga saat ini masih dalam proses penyidikan.

Sejauh ini, MSA sudah dipanggil sebanyak dua kali, hanya saja tersangka mangkir dari upaya pemeriksaan tersebut. Dia juga memastikan, bahwa sejauh ini mekanisme hukum tersebut sudah berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, polisi juga sudah memintai keterangan sebanyak 24 saksi atas kasus yang menimpa putra kiai terkemuka di Jombang ini.

“Sudah kami sampaikan bahwa penanganan tindak pidana ini tidak ada pesanan dari manapun. Kami sudah melalui mekanisme hukum, mulai dari adanya laporan, gelar baik internal maupun eksternal, penetapan tersangka dan sudah kami lalukan panggilan dua kali,” tandasnya.

Seperti diberitakan media, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan tindak asusila terhadap NA asal Jawa Tengah, sekitar bulan November lalu. NA disebut merupakan salah satu santri dari MSA. Kasusnya hingga saat ini masih ditangani oleh Polres Jombang. (les/fan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *