PERSIS Kota Probolinggo Tanding Persahabatan di Lapangannya Sendiri

  • Whatsapp
Ketua PERSIS, Robit Riyanto saat menendang bola tanda dimulainya pertandingan persahatan.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Pertandingan sepakbola persahabatan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Sumber Kareng (PERSIS) melawan Labradoor FC dari Belo’an, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, di lapangan di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Minggu (15/8/2021) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Ternyata, lapangan yang ditempati laga persahabatan tersebut, milik PERSIS. Sebelumnya, lahan kosong seluas 1 hektar tersebut sempat beberapa kali diukur oleh bagian Aset Pemkot Probolinggo, namun hingga kini tidak ada tindaklanjutnya.

Hal tersebut diungkap Sultan, Wahyudi, salah seorang pengurus PERSIS, di sela-sela pertandingan persahabatan. Mantan Lurah Kademangan tersebut mengiyakan, kalau lapangan yang kini di sisi utara ada bangunan Puskesmas Kademangan, milik PERSIS.

Sultan menyebut, tanah seluas 1 hektar tersebut semula milik PG Sumber Kareng, yang kemudian dibeli PERSIS. “Kita punya kwitansi pembeliannya. Ini buktinya,” kata Sultan menunjukkan surat yang dipegangnya.

Surat tersebut tertanggal 10 Agustus 1954 dengan materai Rp 30 ditandatangani Kepala Desa Kademangan, Asisten Wedono Sumberkareng dan penerima Moh. Joesoef. Tanah milik PG Sumberkareng itu dibeli secara lelang sebesar Rp 5 ribu dan dibayar 2 kali.

Pembayaran pertama Rp 2.500, pada 10 Agustus 1954 dan pembayaran sisanya Rp 2.500 tanggal 29 September 1956.

Tanah tersebut dibeli secara lelang di tempat FPE atau Tempat Pelelangan Tanah Gendom (Tanah eks penjajahan Belanda).

Dikatakan, sebelum membeli, PERSIS menyelenggarakan turnamen atau pertandingan sepakbola untuk menggalang dana. “Hasil dari turnamen untuk mengikuti lelang dan tanah ini berhasil dibeli PERSIS. Waktu itu Bapak saya yang menjadi ketua PERSIS,” katanya.

Untuk menggelar turnamen tidak mudah, harus mendapatkan izin dari Karesidenan di Malang dan disetujui. Permohonan izin sokongan berhadiah, begtu kalimat dalam suratnya, berikut persetujuan izin, saat ini dipegang Sultan.

“Surat-suratnya termasuk kwitansi pembelian, izin sokongan berhadiah dan persetujuannya, ada saya,” tegasnya.

Sultan mengakui, lahan yang dimaksud beberapa kali hendak dimiliki Pemkot. Yakni sejak Wali Kota Soeprapto pernah direncanakan untuk pembangunan gedung SMPN 6, namun gagal. Beberapa bulan lalu, sempat diukur oleh pihak kecamatan, namun hingga saat ini belum ada kelanjutannya.

“Ya, tapi enggak berhasil. Memang tanah ini milik PERSIS,” tambahnya.

Saat ditanya kapan akan disertifikatkan atau dilegal-formalkan? Sultan menjawab, menunggu legal formal pengurus PERIS yang baru. Pihaknya saat ini tengah meng-aktanotriskan pengurus baru yang diketuai Robit Riyanto, warga Kademangan yang juga politikus PPP.

“Menunggu akta pengurus. Ibaratnya, kita harus punya KTP dulu untuk mengurus sertifikat,” tandasnya.

Terkait dengan bangunan eks KUD dan gedung Taman Kanak-Kanak (TK) di sisi selatan serta Puskesmas Kademangan di sisi utara, Sultan mengatakan akan dibicarakan lebih lanjut. Begitu juga dengan lahan yang diperkirakan saat ini tidak sampai 1 hektar.

“Kita bicarakan baik-baik. Ya, bagaimana enaknya. Itu nanti, sekarang kita fokus ke legal formalnya tanah ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERSIS saat ini Robit Riyanto, enggan berkomentar soal status tanah yang ditempati sepak bola tersebut. Ia menyarankan untuk bertanya langsung ke Sultan atau pengurus lain, yang tahu betul soal lahan tersebut.

Dikatakan, pertandingan persahabatan yang digelarnya, ajang silaturahmi antar persatuan sepakbola atau klub. .

“Kalau latihan saja kan bosen. Ya sekali-kali pertandingan persahabatan dengan klub lain. Tujuan kami di sini, untuk membangkitkan gairah remaja dan pemuda terhadap olah raga. Daripada mereka kegiatannya negatif seperti balap liar atau lainnya. Kan mending berolah raga,” katanya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *