Pilkades Wonotengah Kediri Sisakan Persoalan, Cakades Sunaryo Lapor ke Kecamatan

  • Whatsapp
M Anang Sholikudin, ketua panitia Pilkades Wonotengah, Kecamatan Purwoasri.

KEDIRI, TelisikPos.com – Pilkades serentak di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah selesai digelar pada Rabu, 30 Oktober 2019 lalu. Namun, tampaknya masih menyisakan persoalan di Desa Wonotengah, Kecamatan Purwoasri.

Calon Kades Wonotengah nomor urut 1, Sunaryo, mensinyalir tidak adanya keterbukaan panitia pada proses Pilkades di desa setempat. Ia bahkan menduga adanya permainan tidak fair alias kecurangan yang dilakukan panitia.

Bacaan Lainnya

Sinyalemen ini dipaparkan Sunaryo, saat mempertanyakan persyaratan administrasi berupa ijazah yang digunakan calon kades yang menjadi rivalnya, Suhut, di saat mendaftar pada ajang Pilkades Wonotengah.

“Panitia terkesan tertutup terkait ijazah yang digunakan Cakades Suhut saat mendaftar. Hingga pada rapat penetapan nomor urut. Panitia tetap bersikeras tertutup,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di ajang Pilkades Wonotengah hanya diikuti dua Calon Kades. Yakni Sunaryo dengan nomor urut 1, dan Suhut di nomor urut 2. Hasil pemungutan suara, Cakades Suhut memperoleh suara terbanyak, dan ditetapkan sebagai Kepala Desa Wonotengah, terpilih.

Hingga kemudian, Sunaryo melaporkan sinyelemen ketidak-terbukaan panitia tersebut ke Camat Puswoasri, pada Kamis (14/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Selanjutnya, Camat Purwoasri memanggil panitia Pilkades Wonotengah melakukan rapat. Dalam rapat ini, juga dihadiri Muspika Purwoasri, BPD Wonotengah. Hanya saja, pelaksanaan rapat berlangsung tertutup.

Sebab itu, sejumlah warga Desa Wonotengah yang mendatangi kantor kecamatan setempat, tidak bisa mengetahui hasil rapat.

Merasa tidak ada solusi, Sunaryo beserta warga kemudian meninggalkan kantor kecamatan. Hanya saja, Sunaryo mengatakan, jika dalam rapat tersebut, Kapolsek Purwoasri meminta Ketua Panitia Pilkades Wonotengah, membuat jawaban secara tertulis kepada pelapor

“Tadi dalam rapat, Pak Kapolsek menyuruh Ketua Panitia secepatnya membuat jawaban secara tertulis kepada saya sebagai Cakades sekaligus pelapor. Yang intinya, pihak panitia menolak dengan pelaporan saya,” kata Sunaryo.

Sementara Ketua Panitia Pilkades Wonotengah, M Anang Sholikudin saat dikonfirmasi hanya mengatakan, jika semuanya sudah selesai, dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Pilkades kan sudah selesai. Kalau mau menuntut silakan menuntut ke atas. Semua berkas sudah diserahkan ke BPD. Selanjutnya tinggal diserahkan ke Kabupaten. Jadi, sudah bukan hak panitia,” jawab Anang. (pras/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *