PPKM Darurat, Pasar Hewan di Kota Probolinggo Tetap Buka

  • Whatsapp
Situasi pasar hewan Kelurahan Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo,Minggu (11/7/2021). (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Masa PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat mulai 03 hngga 20 Juli 2021, Pasar Hewan (kambing dan sapi) Kelurahan Jrebeng Kidul, Kota Probolinggo, tetap buka alias tidak ditutup.

Alasannya, selain salah satu pemasok daging sapi di Jawa dan Madura, juga menghadapi Idul Adha atau hari raya Kurban.. Mengingat, kebutuhan hewan ternak menjelang hari raya kurban amat tinggi.

Alasan itu, disampaikan Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kota Probolinggo, Suryanto, Minggu (11/7/2021) siang. Yang penting menurutnya, petugas pasar telah menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

Seluruh pengunjung, baik penjual ataupun pembeli diwajibkan cuci tangan dan bermasker sebelum masuk area pasar. Petugas juga mengingatkan pengunjung yang berkerumun agar ambil posisi merenggang atau agak jauh.

“Kami menerapkan prokes ketat. Yang nggak pakai masker, tidak boleh masuk,” tegasnya.

Disinggung persyaratan masuk area pasar, Suryanto menjawab, hanya memakai masker dan cuci tangan. Selama ini pihaknya belum menerapkan persyaratan, pengunjung harus menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil swab, bahkan, test swab di tempat.

“Itu kan wewenang Satgas Percepatan Penanggulangan Covid 19,” jelasnya.

Jika upaya seperti diperlukan guna menekan jumlah warga yang terkonfirmasi positif virus Corona, pihaknya tidak keberatan. Satgas Covid-19 dipersilahkan menerjunkan petugasnya ke lokasi pasar hewan.

“Kalau maunya seperti itu, monggo dipersilakan. Kami sediakan tempatnya,” ujarnya.

Tentang jumlah pengunjung, Suryanto menyebut ada sekitaran 1.300 sampai 1.500 pedagang dan pembeli yang beraktifitas disetiap pasaran yakni, Selasa dan Sabtu. Sedang jumlah sapi yang hendak dijual rata-rata 600 sampai 1.000 ekor sapi baik berukuran besar, kecil dan sedang disetiap pasaran.

“Kita ambil rata-rata satu ekor sapi dipegang dua orang,” katanya.

Untuk restribusi, Suryanto menyebut Rp 4 ribu per ekor sapi besar, tanggung dan kecil. Jika sapi yang dijual atau yang masuk pasar seribu ekor, maka pendapatan dari restribusi Rp 4 juta setiap pasaran.

“Pasaran Sabtu kemarin saja ada sekitar 1,3 ribu yang masuk atau akan dijual. Semuanya dikenai restribusi. Baik yang terjual ataupun yang tidak laku,” tambahnya.

Dikatakan, pasar yang berlokasi di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih tersebut, tidak hanya pedagang dan pembeli warga kota. Mereka juga berasal dari sejumlah kota atau kabupaten di Jawa dan Madura.

Di antaranya, dari Surabaya, Sidoarjo, Greik, Malang, Banjarnegara, Salatiga, Tasikmalaya, bahkan ada yang dari Bandung.

“Pedagang dari Kediri dan Bangil dan Madura, juga kulakan atau membeli sapi di sini. Kalau dari kabupaten tetangga, pastilah,” pungkas Suryanto. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *