Pria asal Gresik Tega Cabuli ABG Surabaya, Adegannya Direkam

  • Whatsapp
Pelaku pencabulan, diamankan Polrestabes Surabaya.

SURABAYA, TelisikPos.com – Seorang pemuda berinisial MMR (21) asal Gresik, tega mencabuli anak di bawah umur bernisial NA (15). Terbongkarnya aksi bejat MRR setelah orang tua korban mendapatkan kiriman dari pelaku, dan melaporkannya ke polisi.

Kanit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni menjelaskan, aksi cabul yang dilakukan MRR terjadi sejak Agustus lalu. Pelaku mengiming-iming uang Rp 20 ribu, agar korban mau menuruti perbuatan bejat MRR.

Bacaan Lainnya

“Pelaku membujuk rayu korban dengan memberikan uang Rp 20 ribu untuk membeli makanan,” kata Ruth, Rabu (11/12/2019).

Dijelaskan Ruth, sebelum malancarkan aksi cabulnya, pelaku mengajak korban dengan alasan nongkrong di. Namun, pelaku malah membawanya di sebuah lahan kosong di Perumahan Palma, Kecamatan Pakal, Surabaya.

“Korban diajak ke lahan kosong perumahan di kawasan Pakal. Kemudian, pelaku melancarkan nafsunya di sana,” imbuh dia.

Di saat bersamaan, pelaku juga tega mendokumentasikan aksi cabulnya tersebut menggunakan ponsel pribadinya. Setelah itu, ternyata pelaku mengirimkannya melalui aplikasi WhatsApp ke ibu korban.

“Pelaku ini juga merekam saat melakukan aksi cabulnya itu. Nah setelah merekam, secara tak sengaja kepencet terkirim ke nomor HP ibu korban,” imbuh Ruth.

Mengetahui anaknya dicabuli, orang tua korban yang menerima pesan WhatsApp tak terima dan melakuan pencarian. Setelah itu melapor ke Polrestabes Surabaya.

MRR kemudian berhasil diringkus polisi di rumahnya di Ngablak Rejo Gang Makam, Dusun Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

“Pelaku kami sangkakan Pasal 82 undang-undang Republik Indonesia No 17 th 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23 th 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujar Ruth.

Ruth menambahkan, untuk menjerat pelaku polisi membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara. Terlebih ponsel pelaku yang digunakan untuk merekam, telah dijual.

“Kami melakukan pemeriksaan terlapor sebagai saksi, gelar perkara penentuan tersangka. Serta menerbitkan daftar pencarian barang mengingat handphone yang digunakan tersangka sudah dijual,” ucap Ruth. (tg/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *