Pria di Lamongan Tega Setubuhi Gadis 17 Tahun Masih Sepupu Istrinya

  • Whatsapp
Tersangka saat diamankan di Polsek Ngimbang, Lamongan, beserta barang buktinya.

LAMONGAN, TelisikPos.com – Pria berinisial WTS (25) ini sungguh keterlaluan. Betapa tidak, warga Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini, tega menyetubuhi gadis berusia 17 tahun berinisial CF, yang tak lain sepupu istrinya sendiri.

WTS kemudian diringkus Unit Reskrim Polsek Ngimbang, pada Senin (14/6/2021) lalu. Setelah polisi menerima laporan dari orang tua korban.

Kapolsek Ngimbang, Iptu Turkam menjelaskan, aksi tak senonoh tersangka terhadap korban terjadi pada Senin (14/6/2021) sektiar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, korban datang ke rumah tersangka bermaksud mengambil fotokopi Kartu Keluarga (KK), untuk dikirimkan ke sepupunya atau istri tersangka lewat WhatsApp.

Hanya saja, tersangka masih terlelap tidur di dalam kamarnya. Beberapa kali dipanggil korban, akhirnya tersangka terbangun. Korban pun menjelaskan kepentingannya datang ke rumah tersangka.

“Istri tersangka saat itu ada di Lamongan. Dia meminta tolong ke korban untuk mengirim foto KK (Kartu Keluarga), sebagai persyaratan ganti nopol kendaraan di Samsat Lamongan,” kata Turkhan, Senin (21/6/2021).

Oleh tersangka, korban pun disuruh masuk rumah. Bahkan, korban membantu mencari KK tersebut di lemari, berdasarkan petunjuk saudaranya. Setelah KK ketemu, korban langsung memfoto dan mengirimkan melalui WhatsApp.

Namun, tiba-tiba tersangka menutup pintu dan jendela kamarnya. Kemudian tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan laiknya suami istri. Korban menolaknya.

Mendapat penolakan dari korban dan nafsu tersangka yang sudah diubun-ubun, tersangka tetap memaksa hingga berbuat kasar. Tubuh korban dilempar ke kasur oleh tersangka. Saat itulah, korban ‘ditindih’ tersangka.

“Tersangka melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali,” ujar Turkhan.

Usai menyetubuhi sepupu istrinya sendiri, lanjut Turkhan, tersangka mengancam korban agar tidak memberitahukan kejadian persetubuhan tersebut kepada siapapun.

“Setelah mengancam korban, tersangka membuka pintu kamar dan menyuruh korban pulang ke rumahnya,” lanjutnya.

Meski sempat diancam, korban memberanikan diri menceritakan perbuatan bejat suami sepupunya itu kepada orang tuanya. Geram atas perbuatan WTS, orang tua korban pun melaporkan tersangka ke Polsek Ngimbang.

“Selain mengamankan tersangka, kita juga melakukan olah TKP serta meminta korban menjalani visum,” ungkap Turkhan.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa celana dalam warna coklat muda, BH warna coklat tua, baju korban warna merah, celana pendek warna hitam merek boxer dan kaos dalam warna putih.

“Tersangka terancam dijerat Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya, penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun,” pungkas Turkhan. (af/ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *