Proyek Drainase Jalan Pahlawan Jombang Terancam Molor, Kadis Perkim Sebut Sebab Hujan

  • Whatsapp
Proyek rehabilitasi drainase/trotoar Jalan Pahlawan Jombang, dekat traffic light. Foto diambil Jumat (27/12/2019) sore.

JOMBANG, TelisikPos.com – Hingga empat hari sebelum tanggal di bulan Desember 2019 habis, atau pada Jumat (27/12/2019) sore, proyek rehabilitasi trotoar/ drainase Jalan Pahlawan, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, masih dikerjakan.

Di lokasi ini, tampak sejumlah pekerja sedang sibuk bekerja diburu waktu lantaran masa akhir proyek sudah di penghujung. Kondisi tersebut sama seperti diberitakan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Bedanya sore ini, bahan material berupa U Ditch beton sudah mulai dipasang di bagian timur. Hanya saja, bahan material seperti pasir dan adonan pasir semen, masih ada di bahu jalan. Sementara di dekat traffic light, selain sejumlah orang sibuk bekerja, juga terdapat molen di pinggir jalan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang, Heru Widjajanto mengatakan, jika proyek tersebut yang dilaksanakan CV Pancamarga tersebut, tidak molor. “Karena kontraknya berakhir tanggal 27 Desember 2019,” jawab Heru saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, belum lama ini.

Pihaknya juga mengatakan, jika proyek tersebut terkendala faktor alam yakni hujan. Menurutnya, proyek tersebut hanya menyisakan pekerjaan pemasangan manhole (penutup lubang saluran air).

“Tadi mau dilembur diselesaikan tapi hujan, insya Alloh besok, tinggal memasang manhole,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu kontraktor terkait hal ini mengaku, tidak yakin jika proyek tersebut selesai 100 persen pada masa akhir kontrak. Secara teknis, lanjutnya, finishing dengan durasi waktu sisa sehari, sangatlah pendek. Meski pekerjaan itu dilembur.

Belum lagi, katanya, proses serah terima atau P1 dari kontraktor kepada pengguna anggaran, juga membutuhkan waktu. Mengingat, saat ini sudah mendekati tutup buku tahun 2019. Dikatakannya, proses P1 itu dilakukan setelah pekerjaan sudah selesai 100 persen.

“Saya hanya khawatir, jika proses serah terima atau P1 diajukan oleh pelaksana proyek sebelum pekerjaan selesai 100 persen. Kalau ini dilakukan, namanya kan pembohongan publik,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek drainase/ trotoar senilai Rp 898.980.686,92 tersebut terancam molor. Selain itu, proyek dari anggaran Dinas Perkim Jombang ini juga memiliki kejanggalan. Yakni, tidak dicantumkan secara rinci jangka waktu pengerjaan proyek tersebut pada papan proyek.

Di papan proyek, hanya menyebutkan hari kalender saja, yaitu tahap pengerjaan selama 120 hari. Tidak ada penjelasan kapan proyek tersebut dimulai dan berakhir. Sementara konsultan pengawas pada proyek ini adalah CV Banyubening. (rud/fan)

Baca Sebelumnya: Dua Proyek Rehab Drainase/ Trotoar di Jombang Terancam Molor

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar