PT Bumi Sari Maju Sukses Diduga Serobot Tanah di Pakel Banyuwangi

Komisaris PT Ricky Selat Bali (RSB), Amir Ma’ruf Khan.

BANYUWANGI | TelisikPos.com – PT Bumi Sari Maju Sukses, (BSMS) sebuah perusahaan perkebunan berlokasi di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banguwangi, diduga melakukan penyerobotan tanah di Desa Pakel, Kecamatan Licin.

Dugaan penyerobotan ini, lantaran tanah yang berada di Desa Pakel tersebut, tidak termasuk dalam dokumen surat Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan seluas 9.951.302 meter persegi.

Hal ini diungkapkan komisaris PT Ricky Selat Bali (RSB) Amir Ma’ruf Khan. Menurutnya, dalam dokumen HGU No 8 PT BSMS ini, telah terjadi 3 pemecahan pada 2019 lalu. Di antaranya, HGU No 295 seluas 2.815 m2, HGU No 296 seluas 7.778.789 m2, dan HGU No 297 seluas 2.169.698 m2. Sehingga total, seluas 9.951.302 m2.

Pemecahan HGU No 8 PT BSMS, kata Amir Ma’ruf Khan, yakni Putusan PTUN No 156/G/2021/PTUN SBY, di mana HGU No 295, 296 dan 297 merupakan hasil pemecahan HGU 8 yang terletak di Desa Bayu, Kecamatan Songgon.

Amir Ma’ruf Khan juga mengatakan, klarifikasi tertulis Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, ke Forum Suara Blambangan (Forsuba), No 280/600.1.35.10/II/2018, tertanggal 14 Februari 2018.

“Surat klarifikasi itu menyebutkan, HGU No 297 yang merupakan pemecahan HGU No 8, bukan terletak di Desa Pakel, melainkan berada di Desa Kluncing dan Desa Bayu,” ungkap Amir Ma’ruf Khan.

Selanjutnya, Amir juga membeber SK Bupati Banyuwangi No 188/402/KEP/429.011/2015 tentang penetapan dan penegasan batas Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, dan SK Bupati Banyuwangi No 188/142/KEP/429.011/2016 tentang penetapan dan penegasan batas Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Juga, pada SK Bupati Banyuwangi No 188/108/KEP/429.011/2019 tentang penetapan kelas kebun berdasarkan hasil penilaian usaha perkebunan tahun 2019 yang ditetapkan pada 12 April 2019.

Dalam lampiran Keputusan Bupati Banyuwangi itu, kata Amir, pada No II disebutkan jika PT Bumi Sari Maju Sukses terletak di Desa Bayu Kecamatan Songgon No 155/HGU/BPN/04 EXSPIRASI 31 Desember 2034 seluas 1.188.81. dengan komoditas tanaman kopi, cengkeh, kakao, kelapa kelas II.

Amir Ma’ruf Khan juga mengaku telah melakukan klarifikasi Kepala Desa (Kades) Bayu yang saat itu didampingi BPD Bayu. Saat itu, pihaknya mendapat keterangan bahwa PT BSMS berada di Desa Bayu dengan luas sekitar 998 hektar. Dan Kades bersama BPD Bayu membenarkan terkait luas, setelah dicek lapangan menggunakan alat ukur drone.

“Berdasarkan hasil survei lapangan ada batas-batas Desa Bayu yang sudah terpasang titik koordinat sesuai SK bupati tahun 2016. Bahkan, Kades Bayu mengaku sempat diundang salah satu Kasat Polresta untuk dihadapkan ke Kapolresta dan dia ditanya perihal letak perkebunan PT BSMS, Kades Bayu menjawab jika letak perkebunan PT BSMS berada di Desa Bayu,” papar Amir.

Disamping itu, Tim Terpadu Penanganan Konflik Kabupaten Banyuwangi mengeluarkan surat No 330/712/429.206/2022, pada 22 Juni 2022 sebagai tanggapan ke Forsuba. Terdapat 3 poin dalam surat Tim Terpadu tersebut, di antaranya:

1) PT Bumi Sari Maju Sukses sebagai pemengang sertifikat HGU yang sah secara hukum masih berlaku sampai dengan 2023.
2) Diminta kepada Ketua Umum Forsuba untuk tidak melakukan kegiatan di lokasi HGU PT Bumi Sari Maju Sukses.
3) Dalam upaya penyelesaian masalah tersebut akan difasilitasi oleh Tim Terpadu Penanganan Konfik Kabupaten Banyuwangi

“Nah, kalimat yang harus ditelaah secara cermat dan terang benderang, keterangannya yang dilarang itu di lokasi HGU PT Bumi Sari Maju Sukses yang pastinya sesuai data yang diterbitkan BPN dan SK Bupati Banyuwangi berada di Desa Bayu,” ucap Amir.

“Mestinya, kalau PT Bumi Sari Maju Sukses merasa keberatan, ya gugat saja BPN Banyuwangi dan Bupati Banyuwangi dan ukur ulang Luas HGU yang ada padanya dan Luas Lahan yang dikuasai di Desa Bayu dan di Desa Pakel. Kalau lebih Luas dari HGU yang ada, artinya selama ini bertahun-tahun telah melakukan penyerobotan terhadap hak orang lain,” lanjutnya.

Amir menegaskan, pihaknya sebaga komisaris PT RSB hanya membantu untuk membuka lahan pertanian sesuai Akte Penunjukan tahun 1929.

“PT RSB bukan untuk mengelola, apa lagi memiliki tanah di Desa Pakel. Semua tanah tetap Hak Ahli Waris dan atau masyarakat Desa Pakel yang mengelolanya,” tandasnya. *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.