Putri Bupati Jombang Tak Hadir di Sidang Perdana Perkara Utang Rp 2,65 Miliar

  • Whatsapp
Suasana sidang perdana, perkara gugatan kepada Ning Ema, putri Bupati Jombang beserta suaminya, terkait wanprestasi utang Rp 2,65 Miliar.

JOMBANG, TelisikPos.com – Dua tergugat atas nama Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema dan Aidil Mustofa atau Gus Aidil, mangkir alias tidak hadir di sidang perdana Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Selasa (15/6/2021). Selanjutnya, sidang ditunda hinga dua minggu mendatang atau Selasa 29 Mei 2021.

Pada sidang perdana ini, hanya dihadiri kuasa hukum kedua tergugat, yakni Mochamad Sholahuddin. Sedangkan pihak penggungat, yakni Moch Rodly hadir di dalam persidangan perdana didamping dua kuasa hukumnya, yaitu Agus Sholahuddin dan Sugiarto.

Diketahui, pputri Bupati Jombang sekaligus Anggota DPR RI nomer 471 dan suaminya itu digugat Moch Rodly, perkara wanprestasi atau ingkar janji atas utang piutang senilai Rp 2,65 Miliar, dengan nomer perkara 41/Pdt.G/2021/PN Jbg.

Mochamad Sholahuddin, kuasa hukum Ning Ema dan Gus Aidil membenarkan, sidang ditunda dua minggu mendatang karena dua kliennya belum bisa dihadirkan. Hanya saja, dia tidak memberikan alasan, mengapa Ning Ema dan Gus Aidil tidak hadir di siding perdana.

“Karena principal masih belum bisa kita hadirkan, jadi kami minta penudaan dua minggu. Baru tanggal 29 Juni 2021 nanti kita akan mediasi, pertemuan antara principal penggugat dengan principal tergugat,” katanya di PN Jombang, Selasa (15/6/2021).

Dikatakannya, sidang yang digelar pada Selasa 15 Juni 2021 ini merupakan tahap awal pra mediasi. Mediasi baru akan terlaksana pada 29 Juni mendatang ketika antara penggugat yakni Moch Rodly dengan tergugat Ning Ema dan Gus Aidil, bertemu.

Selama dua minggu ke depan, lanjutnya, pihaknya akan tetap melakukan mediasi di luar persidangan. Menurutnya, karena persoalan tersebut adalah perdata yang bisa diselesaikan di luar jalur hukum.

“Kami tetap mencoba berkomunikasi di luar persidangan. Jadi di pengadilan tinggal penetapannya sajalah,” ujarnya.

M Sholahuddin berharap, persoalan ini bisa diselesaikan secara baik-baik dan tidak sampai terjadi perpecahan seduluran.

“Toh intinya, hak pihak penggugat bisa didapat dalam bentuk uang. Kami sebagai kuasa hukum mencoba menjelaskan pada principal tergugat untuk memenuhi kewajibannya. Nah, teknis penyampaian kewajibannya, itu nanti kita bahas,” jelas M Sholahuddin.

Sementara itu, Agus Sholahuddin, kuasa hukum penggugat atau Moch Rodly membenarkan, pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan perdana. “Kami dan klien principal kami (Moch Rodly, red) datang.. Namun, dari pihak tergugat tidak bisa hadir,” katanya.

Agus Sholahuddin mengatakan, belum mengetahui secara pasti penyebab kehadiran kedua tergugat. Karena kuasa hukum tergugat tidak memberikan alasan terkait masalah ketidakhadirannya.

“Lami berharap bisa bertemu di mediasi. Sehingga perkara ini tidak berlanjut ke substansi perkara. Kami harap seperti itu,” pungkasnya. (ans/tp)

Baca Sebelumnya: Putri Bupati Jombang Digugat ke PN Perkara Utang Rp 2,65 Miliar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar