Rp 165 Juta Tak Kunjung Cair, Wanita di Kota Probolinggo Laporkan Ketua Koperasi

  • Whatsapp
Seribu Ningrum saat menunjukkan kartu tabungan nasabagnya, usai melapor di SPKT Polres Probolinggo Kota.

PROBOLINGGO, TelisikPos.com – Tak hanya Linda Djaya, pria berinisal JS juga dilaporkan Seribu Ningrum (54) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Probolinggo Kota, Senin (5/7/2021). (Baca: Merasa Tertipu Beli Rumah, Wanita di Kota Probolinggo Lapor Polisi)

Salah satu ahli waris rumah di Jalan WR Supratman, Kelurahan Jati dan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu dilaporkan , karena tabungan pelapor sebesar Rp 165 juta, belum terbayar. Padahal uang yang disetor ke koperasi yang diketuai JS, milik warga (nasabah).

Usai melapor, Seribu Ningrum mengatakan, sudah 2 tahun uang nasabahnya Rp 165 juta ada di koperasi. Karena tidak sabar dan hanya janji-janji belaka, ia kemudian melaporkan JS.

Uang sebanyak itu merupakan tabungan dan arisan yang dikumpulkan dari sejumlah anggotanya. Hasilnya, kemudian disetor ke koperasi berinisal AG milik JS hingga terkumpul Rp 165 juta. Di koperasi, perempuan yang biasa dipanggil Ningrum itu mengaku, sebagai koordinator.

Atas kejadian tersebut, Ningrum yang tinggal di Kelurahan Triwung Lor , Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, harus mengganti seluruh uang nasabahnya. Ia terpaksa menjaminkan sertifikat rumah dan pekarangannya ke sebuah bank untuk meminjam uang.

“Itu yang saya lakukan. Pinjam uang ke bank. Kalau nggak gitu, saya diamuk sama nasabah. Sampai sekarang saya masih nyicil ke bank. Karena pinjaman saya ke bank belum lunas,” ujarnya.

Lantaran ada niatan baik mengembalikan uang, nasabahnya hingga saat ini masih menabung ke Ningrum, bahkan, anggotanya bertambah. Hasilnya, disetorkan ke koperasi lain yang namanya tidak disebutkan.

“Karena saya lunas sehingga tidak ada masalah dengan anggota. Sekarang mereka tetap nabung ke kita. Masih percaya,” katanya.

Saat ditanya mengapa baru sekarang melapor, padahal kejadiannya dua tahun lalu. Ningrum menjawab, karena sudah tidak sabar dan bosan dengan janji-janji JS yang tidak pernah ditepati. Bahkan, nomor handphone-nya saat ini diblokir oleh yang bersangkutan.

“Ya bosan janji-janji terus. Saya nunggu sampai nelongso,” pungkasnya.

Tak hanya Ningrum yang menjadi korban koperasi JS. Liana (61) warga Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, bernasib sama. Bedanya, Ningrum hari ini melapor, sedang Liana sudah melapor tahun lalu. Namun, laporannya tidak ada tindak lanjutnya.

Bahkan, Liana mendapat informasi, kalau JS ada di pulau dewata Bali. Bukan hanya di Polres Probolinggo Kota, beberapa anggota koperasi ada yang melapor ke Polda Jawa Timur. Namun, nasibnya sama, belum ada kabar beritanya.

“Saya mendengar JS ada di Bali. Ini katanya, Ya, katanya,” ujar Liana saat di Mapolresta.

Disinggung soal jumlah uang, korban mengaku, hanya sedikit yakni Rp 20 juta. Meski jumlah tabungannya tidak seberapa, namun hingga dua tahun belum dibayar. Liana berharap, uangnya dikembalikan.

“Katanya kaya. Kok uang segitu nggak dibayar. Hanya satu permintaan saya, uang saya dikembalikan,” pungkasnya. (mo/tp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *